Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan kegiatan Webinar  Beasiswa dengan tema “Tip dan Trik Kuliah Gratis di Tiongkok” pada Sabtu, 20 Maret 2021. Kegiatan webinar menghadirkan tiga narasumber, yaitu Direktur Tiongkok Pusat Bahasa Mandarin UK Maranatha, Wang Jun, Ph.D.; alumnus Program Diploma Bahasa Mandarin dan Staf Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dan Mongolia, Victory Trimulia Gani, B.A., M.TCSOL.; serta alumnus Program Sarjana Sastra China dan Mahasiswa S-2 Hebei Normal University, Yohanes, S.S. Sebanyak 260 peserta mengikuti kegiatan webinar melalui platform Zoom.

Sekretaris Umum Universitas, Robby Y. Tallar, S.T., M.T., Dipl.IWRM, Ph.D. dalam sambutannya mengatakan bahwa keberadaan PBM di UK Maranatha membantu kampus untuk menjadi masyarakat global karena bahasa Mandarin telah menjadi hal yang penting di era saat ini. Menurutnya, Tiongkok adalah negara yang maju sekaligus berbudaya tinggi.

“Saya kagum dengan perkembangannya, dan saya pikir ini adalah kesempatan yang baik bagi kita semua untuk mendapatkan tip dan trik dalam mengambil beasiswa. Yang paling penting tentunya meningkatkan pengetahuan dengan belajar, baik dari segi ilmu maupun bahasa,” terang Robby.

Wang Jun sebagai pemateri pertama menyampaikan poin-poin penting yang perlu diperhatikan mengenai beasiswa, khususnya beasiswa bagi pengajar bahasa Mandarin atau yang ingin meningkatkan kemampuan berbahasanya. Beasiswa dengan nama International Chinese Language Teachers Scholarship (ICLTC) atau yang dulunya bernama Confucius Institute Scholarship (CIS) ini memang dikhususkan bagi mahasiswa asing yang ingin mendalami bahasa dan budaya Tiongkok.

Ia menyampaikan empat poin penting yang perlu diperhatikan. Pertama adalah mencari beasiswa yang cocok dengan minat dan kebutuhan. Kedua, mencari tahu cara untuk mengajukan permohonan. Ketiga, setelah proses pengajuan, maka perlu mempersiapkan dokumen dan berkas yang dibutuhkan. Terakhir adalah menjelaskan beberapa kasus yang terjadi dalam proses mengajukan beasiswa.

Terdapat enam program beasiswa yang ditawarkan, yaitu Program S-1 (BTCSOL); Program S-2 (MTCSOL); Program S-3 (DTCSOL); Program 1 tahun belajar bahasa; Program 1 semester belajar bahasa; serta program 1 bulan belajar bahasa dan budaya. Berbagai keuntungan yang diberikan apabila mendapatkan beasiswa ini, seperti gratis uang sekolah, gratis biaya asrama atau tempat tinggal, mendapatkan uang saku setiap bulan, hingga asuransi kesehatan.

Webinar kemudian dilanjutkan dengan sharing pengalaman dengan alumni. Kedua alumni ini merupakan penerima beasiswa pengajar bahasa Mandarin. Yohanes sebagai pembicara kedua menyebutkan bahwa untuk berhasil mendapatkan beasiswa, maka perlu mengetahui niat utama mengapa hendak mendapatkan beasiswa tersebut. “Kemudian, kita harus tentukan tujuannya mengapa ingin mau kuliah. Terakhir, mulai mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk mendapatkan beasiswa,” jelas alumnus angkatan 2014 ini.

Yohanes yang mendapatkan beasiswa S-2 pada tahun 2019 juga menjelaskan alasannya memilih bahasa Mandarin sejak berkuliah di UK Maranatha. Menurutnya, negara Tiongkok merupakan salah satu negara adidaya, tetapi jumlah orang yang berminat dengan bahasa Mandarin masih tergolong sedikit. “Dengan meningkatnya jumlah investor asing Tiongkok yang berbisnis di Indonesia, maka peluang karier di bidang bahasa Mandarin tentunya terbuka sangat luas,” jelasnya.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Yohanes, Victory juga merasakan bagaimana perusahaan-perusahaan atau institusi Tiongkok masih membutuhkan orang-orang yang mampu berbahasa Mandarin. Victory sendiri mendapatkan dua beasiswa, pertama program satu tahun belajar bahasa, dan beasiswa S-2. Saat ini, ia telah bekerja di Kedutaan sejak tahun 2019 di unit Protokol dan Konsuler, dan pernah menjadi salah satu anggota dari The Red Team untuk mengevakuasi WNI di Wuhan.

PBM Maranatha adalah lembaga yang menerima pendaftaran beasiswa ICLTC yang disponsori oleh Center of Language Education and Cooperation (Tiongkok). Direktur PBM Maranatha, Noviana Laurencia, B.A., M.Lit. mengatakan, webinar ini diadakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas, khususnya pelajar mahasiswa, guru dan dosen Bahasa Mandarin terkait beasiswa ICLTS, yakni mengenai program-program apa saja yang bisa dipilih, persyaratan yang harus dipenuhi, dan hal-hal kecil yang perlu diperhatikan dalam proses pengajuan beasiswa.

“Targetnya adalah semakin banyak pelajar, mahasiswa, guru, dan dosen mendaftar dan memperoleh beasiswa ke Tiongkok, khususnya di bidang pengajaran bahasa Mandarin. Diharapkan dengan adanya beasiswa ini, kualitas pengajar bahasa Mandarin di Indonesia pun akan semakin meningkat,” jelas Noviana. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap mengenai beasiswa ini, dapat menghubungi PBM Maranatha di Gedung GWM lantai 1 atau melalui Instagram @pbm.maranatha. (sg/gn)

 

Foto: dok. PBM Maranatha via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 26 March 2021