Masyarakat kembali dikagetkan dengan video TikTok yang mulai beredar pada Sabtu (17/4/2021). Video tersebut menampilkan seorang dokter memeragakan proses persiapan persalinan. Unggahan tersebut berujung kecaman kepada dr. Kevin Samuel karena dinilai mengandung unsur pelecehan terhadap perempuan.

Fakultas Kedokteran (FK) UK Maranatha pun melakukan penelusuran atas kejadian tersebut, khususnya dikarenakan dr. Kevin yang dikabarkan merupakan alumnus FK Maranatha. Dekan FK Maranatha, dr. Diana Krisanti Jasaputra, M.Kes., dalam keterangannya pada Senin (19/4/2021) membenarkan hal tersebut. Dokter Diana menyatakan bahwa benar yang bersangkutan pernah berkuliah di FK Maranatha. “Kami telah melakukan pengecekan data, dan benar bahwa dr. Kevin adalah angkatan 2013 dan telah lulus dokter,” jelas dr. Diana.

Pascatimbulnya kecaman terhadap dirinya, dr. Kevin pun kemudian meminta maaf kepada publik melalui medsos. Permintaan maaf juga telah disampaikannya kepada pihak FK Maranatha. “Kami telah menghubungi yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi atas kejadian tersebut. Yang bersangkutan juga telah menyampaikan permohonan maaf secara formal,” ungkap dr. Diana.

Fenomena para influencer yang menjadi public figure melalui medsos sejauh ini memang sering menimbulkan pro-kontra. Konten-konten positif yang dibuat oleh para influencer tersebut di satu sisi merupakan alat edukasi yang dapat menjangkau banyak kalangan secara efektif. Namun di sisi sebaliknya, banyaknya beredar konten-konten negatif yang tidak mengedukasi, menjadi masalah tersendiri. Ketua Perhimpunan Alumni Dokter Maranatha (PADMA), dr. Dani, M.Kes., yang juga dosen FK Maranatha menyesalkan adanya kejadian tersebut. “Penggunaan medsos untuk melakukan edukasi kedokteran tentunya sangat baik karena merupakan media yang sangat efektif. Namun perlu diperhatikan juga adanya batasan-batasan mana yang pantas dan tidak pantas, mana yang bermanfaat dan mana yang tidak,” jelasnya. Ia melanjutkan, “Terlebih lagi bagi para influencer di media sosial, apa yang diunggah dan dibuat tentu akan menjadi panutan para pengikutnya. Jadi sudah selayaknya seorang influencer dapat memberi manfaat yang baik bagi publik.”

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pada Kamis (22/4/2021) telah menjatuhkan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan oleh dr. Kevin.  Sementara itu, UK Maranatha masih akan terus memantau perkembangan kasus ini. Dokter Diana mengatakan, “Kami akan melakukan koordinasi yang lebih lengkap dengan pihak-pihak terkait, untuk menentukan tindakan selanjutnya, ataupun sebagai langkah preventif agar tidak ada kejadian serupa di kemudian hari.” (is/gn)

Tags:
,
Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 23 April 2021