Universitas Kristen Maranatha mendorong masyarakat sekitar kampus untuk mengembangkan kemampuan entrepreneurship, khususnya dalam bidang pengelolaan tempat kos. Program pemberdayaan masyarakat sekitar kampus ini diungkapkan oleh Nonie Magdalena, Wakil Rektor IV sekaligus dosen Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, dalam diskusi tindak lanjut program pengabdian masyarakat, Rabu, 27 Maret 2019. Nonie Magdalena selaku ketua tim program menjelaskan, “Pengabdian masyarakat yang diadakan oleh Program Studi S-1 Manajemen ini berjudul ‘Analisis Kebutuhan Tata Kelola Micasa’. Kegiatan berupa FGD (Focus Group Discussion) yang telah diadakan pada tanggal 15 Maret 2019 lalu, merupakan langkah awal dari rencana program yang akan dilakukan dalam satu tahun ke depan”. Tim pelaksana kegiatan ini terdiri dari dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi, yaitu Ariesya Aprillia, Ida, Rusli Ginting Munthe, Rony Setiawan, dan Erik Darmadi.

“Keberhasilan proses pembelajaran perlu didukung oleh lingkungan kampus dan sekitar kampus yang dapat mengembangkan manusia yang produktif, berkembang secara kecerdasan serta sehat jasmani dan rohani. Tempat kos merupakan titik awal yang sangat penting untuk mendukung berhasilnya proses belajar seorang mahasiswa,” jelas Nonie. Keberadaan tempat kos yang baik sudah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa yang berasal dari luar daerah. Rusli Ginting menambahkan, “Saat ini mahasiswa merupakan generasi milenial yang serba instan dan praktis, mereka membutuhkan fasilitas yang dapat menunjang keberhasilan studinya. Tempat kos yang high-tech, dekat kampus, dapat menjadi prioritas utama”.

Sudah menjadi kelaziman, di kawasan sekitar kampus pada umumnya tumbuh usaha tempat kos. “Biasanya tempat kos di sekitar kampus dikelola secara pribadi. Bila tempat kos ini dikelola dengan manajemen modern, tentu perkembangan kawasan kampus secara lebih luas akan menghasilkan peningkatan nilai tambah yang menguntungkan banyak pihak,” ungkap Ariesya Aprillia. Pengelolaan tempat kos membutuhkan keahlian manajerial yang bukan saja menjalankan fungsi operasionalnya tetapi juga untuk mempertahankan bisnis.

“Program ini merupakan pilot project. Kami mencoba menggali problematika pengelolaan tempat kos di sekitar kampus, dan dalam satu tahun ke depan akan dikembangkan program-program konsultansi dan training, dalam skala yang lebih luas,” jelas Rusli. Manajer tempat kos Micasa, Yunus Hendra Wijaya menyatakan siap menjadi pilot project untuk menyambut perubahan-perubahan tata kelola bisnis yang disarankan oleh Maranatha. “Diharapkan program ini tidak hanya bermanfaat untuk perbaikan kualitas usaha, tapi dapat memberikan kontribusi bagi kampus dengan menjadi tempat kos sesuai harapan seluruh pihak,” ucapnya.

Sebagai bagian dari tridarma perguruan tinggi, Universitas Kristen Maranatha terus mengembangkan kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan nonpendidikan. “Program pengabdian ini merupakan salah satu bentuk kerja sama yang akan memberikan kontribusi kepada pengembangan entrepreneurship masyarakat di sekitar kampus Maranatha,” tutup Nonie.

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 28 March 2019