Tim futsal Universitas Kristen Maranatha yang beranggotakan 12 mahasiswa ikut berpartisipasi memecahkan rekor Guinness World Records 60 Hours Nonstop Futsal in the World yang mengusung tema “Fighting Human Trafficking”. Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia, Museum Pendidikan Nasional bersama dengan Yayasan Free and Safe Indonesia Foundation. Kegiatan digelar pada 26-29 April 2024 di Gymnasium Universitas Pendidikan Indonesia.

Founder Yayasan Free and Safe Indonesia, Jorge Marquez, menjelaskan bahwa acara ini terbentuk dengan tujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia terhadap tingginya angka kasus human trafficking. “Sebagai yayasan yang bergerak di bidang sosial, kami ingin memberikan dampak kepada masyarakat, khususnya korban dari human trafficking. Salah satu cara kami menolong mereka adalah dengan membuat event yang unik, seperti Guinness World Records 60 Hours Nonstop Futsal in the World yang akan memberikan akses kerja sama dengan yayasan dan universitas lainnya,” ungkapnya.

Salah satu anggota tim futsal UK Maranatha, Albertus Agung Sirirui, mengungkapkan bahwa tim Maranatha memerlukan waktu sekitar satu bulan untuk melakukan persiapan. “Rangkaian persiapan yang kami lakukan adalah latihan fisik, fun futsal, fisioterapi, dan cek kesehatan,” tutur Albertus.

Albertus juga menjelaskan kendala yang dihadapi saat mengikuti kegiatan ini. “Kesulitannya adalah dari segi fisik dan ketahanan jasmani. Memecahkan rekor futsal selama 60 jam merupakan hal yang sulit, tetapi demi mencapai target pemecahan rekor, kami harus memaksimalkan performa. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, kami sangat menjaga aktivitas fisik sebaik mungkin dan melakukan latihan secara rutin,” sambungnya.

Lewat momen pemberian sertifikat Guinness World Records yang diberikan oleh Yayasan Free and Safe kepada UK Maranatha pada 6 Juni 2024, perwakilan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kemitraan, Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T., CIQaR. menyampaikan apresiasi kepada tim futsal UK Maranatha. “Saya berterima kasih kepada Yayasan Free and Safe yang sudah melakukan kerja sama dengan UK Maranatha untuk melatih para atlet. Target kita tahun ini adalah membawa pulang piala. Harapan ke depannya, student atlet bukan hanya menjadi mahasiswa yang berprestasi saja, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk semua mahasiswa. Selain itu, kita akan membuat ini berkesinambungan dengan mencari talent-talent baru dengan memanfaatkan beasiswa atlet yang ada di UK Maranatha agar setiap tahun lahir new student atlet,” tuturnya. (va/vir)

 

10 June 2024