Dapur adalah sebuah ruangan rumah yang ternyata memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi karena sering berurusan dengan elemen berbahaya seperti api ataupun benda tajam. Penataan dapur perlu menjadi perhatian dan dirancang secara ergonomis untuk mengurangi tingkat risiko yang bisa terjadi. Oleh karena itu, Program Sarjana Teknik Industri (TI), Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha melaksanakan sebuah kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) bagi para ibu anggota Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi pada tanggal 10 dan 24 Juni 2021 dengan tema “Ergonomi Dapur”. PKM yang diikuti sekitar 24 ibu PKK ini berlangsung secara virtual melalui platform Zoom.

Pemateri dalam kegiatan ini merupakan tenaga pendidik dari TI, yaitu Wawan Yudiantyo, S.T., M.T.; Elty Sarvia, S.T., M.T.; Winda Halim, S.T., M.T.; dan Novi, S.T., M.T. Pada hari pertama, para pemateri membahas pengenalan mengenai ergonomi dapur, sedangkan pada hari kedua membahas aspek keselamatan bekerja di dapur.

Wawan menyebutkan bahwa ergonomi dapur tidak hanya berbicara mengenai alat-alat yang digunakan, tetapi juga cara agar kita bisa bekerja lebih cepat, gampang, nyaman, dan aman. “Tujuannya adalah meminimalisir dampak negatif dari pekerjaan di dapur, seperti cepat lelah atau kecelakaan kerja, serta mendapatkan pengetahuan mengenai dapur yang baik, aman, sehat, dan nyaman, dan menyenangkan bagi penggunanya,” jelas Wawan. Dalam materinya di hari kedua, Wawan menjelaskan mengenai cara memilih tabung gas yang tepat, yaitu dengan memperhatikan kode yang ada pada tabung, bentuk fisik tabung yang tidak penyok dan karatan, serta nozzle tabung. Kode pada tabung ini menunjukkan waktu kapan tabung tersebut perlu untuk di tes kembali.

Elty Sarvia, S.T., M.T. yang juga bertindak sebagai Ketua PKM ini menyebutkan bahwa selama masa pandemi, kebiasaan hidup kita menjadi berubah, yaitu mengurangi aktivitas di luar rumah dan makan di luar. Sehingga ibu-ibu rumah tangga lebih memilih untuk lebih sering memasak sendiri makanannya yang lebih terjamin kebersihannya. Elty menyebutkan bahwa tata letak dapur akan menjadi lebih baik apabila memiliki luas area dapur yang cukup leluasa untuk melakukan semua aktivitas dapur, jendela sebagai ventilasi dan sirkulasi udara, penempatan tabung gas di luar ruangan, serta menghindari penggunaan lantai licin. “Area dapur yang bagus akan lebih baik bila kompor, kulkas, dan tempat cuci ditata dengan bentuk segitiga atau golden triangle, tujuannya agar daerah jangkauan kita tidak terlalu jauh dan mengurangi rasa capek,” tambah Elty.

Tidak hanya menerima materi, para ibu PKK Sukawarna ini juga diajak secara aktif untuk memberikan pendapatnya mengenai dapur yang baik. Ibu-ibu PKK yang telah dibagi dalam beberapa kelompok kemudian ditugaskan untuk mengambil beberapa foto dari area dapur, mendiskusikan, membandingkan dan mempresentasikan penerapan ergonomi dapur yang dilakukan.

Ketua Program Sarjana Teknik Industri, Christina, S.T., M.T. mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat baik bagi masyarakat dan juga bagi prodi untuk sama-sama belajar. “Semoga pelatihan ini dapat bermanfaat bagi para ibu dan tentunya ke depannya kita bisa terus menjalin relasi agar kita bersama bisa mendapatkan manfaat yang besar dari pelaksanaan pengabdian masyarakat lainya,” ungkap Christina. (sg/gn)

 

Foto: dok. Program Sarjana Teknik Industri

 

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 17 July 2021