Kondisi pandemi Covid-19 yang terus melanda dunia telah menciptakan ketidakpastian terhadap pertumbuhan perekonomian global. Data menurut Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2020 minus 2,07 persen. Pemerintah kemudian menetapkan berbagai program pemulihan ekonomi Indonesia, khususnya untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Fakultas Bisnis Universitas Kristen Maranatha kemudian berinisiatif bersama Bank Sampah Bersinar membantu para pelaku usaha UMKM untuk mampu bertahan menghadapi situasi ini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada tanggal 27 Maret 2021.

Kegiatan bertema “Pelatihan dan Pengembangan Keahlian Manajerial bagi Para Pelaku Usaha UMKM Bank Sampah Bersinar” ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom. Para pembicara yang menyampaikan materi merupakan para dosen di UK Maranatha yang memiliki keahlian di bidangnya. Mereka adalah Felicia Abednego, S.E., M.M.; Prof. Dr. Marcellia Susan, S.E., M.T.; Prof. Dr. Wilson Bangun, S.E., M.Si.; dan Dr. Lina Anatan, S.E., M.Si.

Felicia sebagai pemateri pertama menyampaikan topik mengenai strategi pemasaran menggunakan digital marketing. Ia menekankan materinya mengenai pergeseran tren dari tempat penjualan dan promosi offline menjadi online. Menurutnya, seluruh perubahan ini bisa terjadi karena adanya perkembangan internet yang pesat beberapa tahun terakhir ini. Penetrasi pengguna internet di Indonesia sudah mencapai 73,7 persen, disebabkan oleh kemudahan untuk menjangkau jaringan internet. “Digital marketing menjadi salah satu pemasaran yang paling cepat bertumbuh, paling kuat, dan dapat menggerakkan perubahan pada banyak sektor yang memengaruhi perekonomian,” jelas Felicia.

Melalui topik materi kedua mengenai pengelolaan utang usaha UMKM, Prof. Susan menjelaskan cara untuk mengatur agar arus dana yang berasal dari utang bisa diatur dengan baik. Hal terpenting pertama yang harus diingat bagi pelaku usaha UMKM adalah kesadaran bahwa utang yang digunakan bersifat produktif atau untuk usaha saja, tidak untuk sesuatu yang sifatnya konsumtif. Pelaku usaha juga perlu mengetahui apakah mereka sanggup menyelesaikan kewajiban utang dan bunganya pada saat jatuh tempo. Pelaku usaha menurutnya membutuhkan berbagai upaya agar utang bisa dikelola, yaitu melalui evaluasi kesehatan finansial secara sistematis, cermat, hati-hati, dan sesuai dengan tujuan. Kedisiplinan pengaturan dan kontrol penggunaan dana operasional, pemahaman mengenai likuiditas, dan tetap memperhatikan pengelolaan arus kas juga perlu diperhatikan sehingga arus dana melalui utang tetap terkontrol dengan baik.

Kewirausahaan juga berbicara mengenai manajemen sumber daya manusia yang baik. Prof. Wilson menyebutkan bahwa perlunya pengenalan dan pemahaman mengenai potensi diri yang ada. Menurutnya, seorang wiraswasta umumnya memiliki karakter sebagai orang yang memiliki kreativitas, inovasi, kemauan besar, pekerja keras, percaya diri, jujur, memiliki pengetahuan bisnis yang baik, dan tidak berhenti untuk terus belajar.

Materi terakhir mengenai pengembangan usaha untuk UMKM melalui gambaran UMKM di Indonesia, permasalahan yang dihadapi, serta peluang dan tantangannya. Lina mengatakan bahwa UMKM di Indonesia yang masuk untuk berjualan secara daring tergolong rendah, sekitar 17,1 persen. Padahal peluang dengan berjualan secara daring akan memudahkan penjual untuk memperluas jaringan pemasaran, serta mampu mengefisienkan biaya produksi, transportasi, pergudangan, dan promosi.

“Pengembangan usaha perlu untuk membangun hubungan penting dengan konsumen, sebagai strategi kunci meningkatkan pendapatan dan menurunkan biaya, membantu meningkatkan citra perusahaan secara keseluruhan, serta membuka ekspansi ke pasar baru,” jelas Lina. (sg/gn)

 

Foto: dok. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Bisnis via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 4 May 2021