Program Sarjana Seni Rupa Murni, Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha menggelar sebuah pameran virtual internasional yang berlangsung dari tanggal 23 November – 23 Desember 2020. Pameran virtual ini diikuti oleh 127 seniman yang berasal dari 35 institusi yang tersebar di 12 negara, yaitu Bangladesh, Hungaria, Indonesia, Jepang, Malaysia, Norwegia, Portugal, Senegal, Spanyol, Turki, Amerika Serikat, dan Venezuela. Mengangkat tema “Pandemic Aesthetic”, pameran virtual ini menampilkan karya-karya seni para seniman untuk merespons situasional pandemik yang dialami oleh dunia.

Pada acara pembukaan pameran yang berlangsung pada Senin, 23 November 2020, Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU, dalam sambutannya memberikan respons positif mengenai pelaksanaan kegiatan ini. Prof. Sri mengatakan bahwa selain merespons situasional sekarang, pameran dalam level internasional ini juga diharapkan dapat menjadi dasar bagi kerja sama yang dapat ditindaklanjuti kedepannya.

Ketua Program Sarjana Seni Rupa Murni, Dr. Ismet Zainal Effendi, S.Ds., M.Ds. mengatakan, seni memiliki keluhuran arti dan ketinggian maknawi yang tidak hanya sebatas narasi ataupun visual semata, tetapi juga proses kreasi dan presentasinya. Ismet juga mengatakan bahwa seniman dituntut untuk merefleksikan kondisi paling kiwari ‘sekarang’ melalui karya, baik secara visual maupun konseptual, untuk menyampaikan pesan. Ada sisi nilai lain yang diusung selain mengaransemen unsur-unsur rupa.

Oleh karena itu, menurutnya, ungkapan zaman modernisme “Ars gratia artis” atau ‘Art for art’s sake’ masih sangat relevan sampai saat ini dan tidak akan pernah mati, disadari atau tidak oleh senimannya. “Semangat avant-gardisme akan tetap menyala demi progresivitas, karya seni merupakan bentuk fisik dari kecerdasan berpikir senimannya, dan itulah bentuk avantgardisme yang konkret,” jelasnya. Ismet berharap kegiatan ini dapat menginspirasi dunia dan juga sebagai landasan kerja sama lainnya di berbagai bidang.

Sambutan juga diberikan oleh Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com., yang mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mengubah dunia melalui kondisi sosial manusia dalam segala hal yang berdampak pada setiap tingkat kehidupan, seperti dengan pameran virtual yang telah menghilangkan jarak fisik. Irene mengatakan bahwa pameran ini tidak hanya bertujuan untuk mengapresiasi estetika karya, tetapi hal terpenting adalah membangkitkan empati dan simpati publik terhadap kondisi saat ini. Hal ini sejalan dengan visi program studi dan fakultas, yaitu untuk senantiasa berupaya menciptakan seni sebagai sarana untuk memberikan wawasan yang positif kepada sesama seniman, masyarakat, dan mahasiswa yang akan menjadi pemimpin dan agen perubahan masa depan. Acara pembukaan pameran ini juga menampilkan performance dari Wawan Suryana, M.Sn., dosen Program Sarjana Seni Rupa Murni.

Karya-karya yang diusung oleh seniman mancanegara ini ditampilkan pada website yang dapat diakses melalui maranathaartspace.com. Karya yang ditampilkan berupa karya dua dimensi, seperti drawing, seni lukis, seni batik, seni grafis, ilustrasi, poster, karya-karya digital art, video kampanye masa pandemi, serta video art. Selain pameran, Program Sarjana Seni Rupa Murni juga menggelar acara artis talk yang menampilkan seniman dari dalam dan luar negeri. (sg/gn)

 

Foto: Foto: dok. Panitia Pameran Virtual Internasional 2020

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 10 December 2020