Kompetensi dan pengetahuan dokter umum di Indonesia perlu diperbaharui sesuai dengan perkembangan zaman. Peningkatan ini dilakukan demi menyikapi berbagai kondisi dan situasi pelayanan kesehatan, khususnya di daerah. Mengingat dokter umum merupakan ujung tombak dalam tata laksana pada pelayanan kesehatan primer. Oleh sebab itu Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI) cabang Jawa Barat mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) 2019 kali kelima pada 19-21 Juli 2019.

PIT-PDUI Jabar merupakan sebuah agenda tahunan yang menjadi media silaturahmi dan sarana pembaharuan keilmuan para dokter umum. Menurut ketua umum PDUI Jabar, dr. Sony Adam, S.H., M.M., acara ini dikemas secara komprehensif dalam bentuk kegiatan simposium dan lokakarya.

UK Maranatha kembali berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan acara pertemuan tahunan ini untuk ketiga kalinya dengan mengambil tema “Updates and Clinical Assessment for Infection, Degenerative and Metabolic Syndrome in Daily Practice”. Dekan Fakultas Kedokteran UK Maranatha, dr. Lusiana Darsono, M.Kes. melalui dr. Dani, M.Kes., selaku Ketua Pelaksana dan dosen di FK Maranatha menyambut dengan sukacita seluruh tamu undangan dan peserta yang telah memberikan waktunya untuk hadir.

Beliau menyampaikan, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mengungkapkan bahwa saat ini masalah kesehatan di Indonesia telah bergeser. “Status gizi kurang dan gizi buruk menurun, tetapi adanya tren peningkatan obesitas. Hal ini berkaitan dengan sindrom metabolik, sehingga ini perlu penanganan yang baik dan holistik,” ujar Dani. “Semoga melalui seminar ini rekan dokter semakin diperlengkapi dalam praktik sehari-hari dengan materi-materi yang disampaikan dan mendapatkan dampak baik demi peningkatan kesehatan nasional.”

Acara lokakarya berlangsung sejak 19 Juli 2019 dengan membahas beberapa materi kesehatan, di antaranya mengenai pembahasan standar pelayanan medis dan hukum-hukumnya dalam Medicolegal, informasi terkini mengenai ,serta up-date terkait Pain Management.

Simposium pertama pada hari kedua yang dilaksanakan di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Universitas Kristen Maranatha diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan diikuti dengan melafalkan Sumpah Dokter oleh dr. Cepi Suhendar. Setelah penampilan dari Maranatha Christian University Choir, acara kemudian dilanjutkan dengan kata sambutan dari dr. Dani M.Kes.; dr. Tammy J. Siarif, S.H., M.H.Kes. selaku Wakil Ketua PDUI Jabar; dr. H. Mahdar Solihin, S.H., Adv. selaku Ketua Biro Hukum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bandung; dan perwakilan dari lima fakultas kedokteran di Jawa Barat. Acara kemudian secara resmi dibuka oleh Dewan Pembina PDUI Cabang Jawa Barat, dr. Hj. Alma Lucyati, M.Kes., M.Si., M.H.Kes.

Materi-materi yang disampaikan dalam simposium pertama terdiri dari “Etika Kedokteran: Inform Consent, Rekam Medis, dan Kecerdasan Buatan dalam Praktik Kedokteran” oleh dr. Tammy J. Siarif., S.H., M.H.Kes.; “Medical Traveler: Antisipasi Gangguan Kesehatan Perjalanan” oleh dr. Eka Sinatria Prabawa, AIFO (k)., M.M.; “Diagnosa Penyakit Akibat Pekerjaan dan Pelayanan Kesehatannya” oleh dr. Mahsun Muhammadi, MKK.; “Terapi Hormonal bagi Calon Jamaah Haji dan Umroh” oleh dr. Dian Tjahyadi, Sp.OG(K), MMRS; “Tata Laksana Serangan Asma Berikut Terapi Inhalasi Terkini” oleh dr. Edi Sampurno, Sp.P., M.M., FISR.; “ISPA dan ILI pada Anak” oleh dr. Diah Asri Wulandari, Sp.A(K).; “Chickenpox vs Monkeypox” oleh dr. Primal Sudjana, Sp.PD.KPTI., M.H.Kes.; dan “Gangguan Psikosomatis dan Sleep Disorder pada Remaja Usia Produktif” oleh dr. Teddy Hidayat, Sp.KJ(K).

Simposium hari kedua yang diadakan pada Minggu, 21 Juli 2019 membahas penyakit yang bersifat degenerasi yang secara umumnya dialami oleh masyarakat. Materi-materi yang disampaikan, yaitu “Tata Laksana Hypertensi dan Deteksi Dini Hypertention Heard Disease” oleh dr. Edwin Setiabudi, Sp.PD., KKV-FINASIM.; “Penilaian dan Tata Laksana pada Syndrom Koroner Akut pada Praktik Sehari-Hari” oleh dr. Triwedya Indra Dewi, Sp.JP.; “Aplikasi Fisiologi untuk Mencegah Stunting dan Penyakit Katastropik” oleh Prof. Dr. dr. A. Purba, MS., AIFO.; “Therapi Insulin pada Pasien Diabetes” oleh dr. Bagus Anindito, Sp.PD.; “Tata Laksana Nyeri bagi Penderita Low Back Pain dan Radiculopaty” oleh dr. Lisda Amalia, Sp.S.; “Deteksi Dini Peripheral Vascular Disease dengan ABPI” oleh dr. Fits Gerald Patty, M.M.; “Tata Laksana Syncope dan Syok di IGD” oleh dr. Andri Octavallen, Sp.EM.; dan “Program Latihan Beban dan Penatalaksanaan Cidera Otot” oleh dr. Edward Tambunan, Sp.KO.

Sambutan penutup dibawakan oleh dr. Eka Sinatria Prabawa, AIFO-K., M.M., selaku Sekretaris PDUI Jawa Barat. “Saya mewakili seluruh pengurus PDUI Jabar dan panitia pelaksana berterima kasih atas atensi dan kehadiran teman-teman sejawat,” ujar Eka. “Semoga banyak manfaat yang dapat diperoleh bapak ibu sekalian, dan apabila ada pertanyaan yang belum ditanyakan sepanjang simposium, kami mengundang untuk mengunjungi website kami di pduijawabarat.org,” tutup Eka.

Salah satu peserta bernama dr. Lambok Sinambela dari IDI Subang mengatakan bahwa ia sangat senang dengan acara seperti ini dan mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan. “Materi yang disampaikan bagus dan bermanfaat bagi praktik sehari-hari. Semoga pada PIT mendatang akan semakin banyak dokter yang dapat mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya. Acara ditutup dengan pemberian door prize kepada peserta yang mengikuti seluruh rangkaian acara. (sg)

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 25 July 2019