Sejumlah 22 orang yang mewakili 17 kelompok tani mengikuti workshop Penggunaan Alat Tes Kehijauan (Klorofil Meter) bagi Petani di Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang dibuat oleh Program Sarjana Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha sebagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini berlangsung pada 26 Agustus 2022 di Bojong Emas Park (Kampung Melayu).

Latar belakang diadakannya kegiatan ini berdasarkan pemikiran atas bahan makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, yaitu beras. Konsumsi beras masyarakat Indonesia makin meningkat setiap tahunnya, tetapi tidak diimbangi dengan produksi dalam negeri sehingga membuat Indonesia harus mengimpor beras. Hasil padi di negara maju, seperti Korea Selatan, Jepang, dan Thailand, per hektar mencapai 25 ton. Sementara di Indonesia hanya berkisar 4 sampai 7 ton per hektar, padahal di luar negeri memiliki beberapa faktor yang kurang menunjang tumbuhnya tanaman padi. Sedangkan di Indonesia memiliki banyak faktor penunjang, seperti kesuburan lahan dan juga musim.

Selain latar belakang tersebut, kegiatan  ini dilaksanakan berdasarkan kebutuhan dari para petani untuk meningkatkan produktivitas padi yang ditanam, serta membantu dalam penyelesaian kendala yang dihadapi. Salah satu upaya peningkatan hasil panen dapat dilakukan dengan cara mengontrol kehijauan daun menggunakan klorofil meter agar dapat mengetahui kebutuhan nutrisi dari tanaman. Dengan begitu, petani dapat mengoptimalkan pemakaian pupuk sesuai kebutuhan sehingga hasil panen meningkat, biaya pemupukan menjadi efisien, dan mencegah pencemaran lingkungan akibat pupuk yang berlebihan. Workshop ini diharapkan dapat memotivasi para peserta, dan ilmunya menjadi dasar untuk mengatasi masalah yang selama ini dihadapi. Tim PKM juga berharap daerah lokasi kegiatan pengabdian ini dapat menjadi daerah percontohan pertanian secara nasional.      

Ketua Program Sarjana Teknik Elektro Universitas Kristen Maranatha, Heri Andrianto, S.T., M.T., yang menjadi pembicara dalam workshop ini, menjelaskan cara penggunaan dan implementasi klorofil meter pada tanaman padi, serta membuka sesi tanya jawab terkait materi yang disampaikan dan kebutuhan para petani. Untuk membuat suasana lebih menyenangkan, panitia pelaksana mengadakan kuis, apresiasi diberikan kepada lima peserta yang berhasil menjawab paling cepat dan tepat. (gs/gn)

28 September 2022