Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan acara Talk with Alumni dengan menghadirkan dua alumni Maranatha yang menginspirasi pada tanggal 20 Mei 2021. Mereka adalah Danella Ilene, pemenang Indonesia’s Next Top Model Cycle 1, serta Raissa Hadiman, Psikolog anak dan Co-Founder Biro Psikologi Personale. Kegiatan yang berlangsung secara virtual ini diikuti sekitar 300 peserta SMA dan calon mahasiswa baru melalui platform Zoom dan YouTube Universitas Kristen Maranatha.

Ilene merupakan alumnus Program Diploma Bahasa Inggris yang sukses menempuh karier di dunia modelling. Ketika masih aktif berkuliah, Ilene cukup rutin melakukan perjalanan Bandung – Jakarta untuk melakukan pekerjaannya sebagai model. “Saya bisa jam 9 pagi itu kelas dulu, jam 10 sudah di travel. Lalu jam 1 siang mulai foto, balik ke Bandung, kemudian paginya lanjut lagi kelas. Jadi, saat kuliah harus belajar time management ya, harus belajar bertanggung jawab sama dua responsibility aku,” jelas Ilene.

Bagi Ilene, menjadi seorang model merupakan pengalaman yang menyenangkan, tetapi tentunya memiliki tantangannya sendiri. Selama menjalani karier, Ilene sempat mengalami depresi akibat tekanan untuk menurunkan berat badan, yang mengakibatkannya mengalami gangguan makan (eating-disorder). Ilene kemudian memutuskan untuk rehat dari pekerjaannya sebagai model dan pindah ke Bali, yang bertepatan dengan masanya untuk magang. “Karena break dari model, aku harus mencari cara untuk berjuang hidup di Bali. Jadinya mulai kerja di bidang hospitality, sesuai dengan penjurusan di kuliah, sambil recovery di sana. Hampir setahun rehat dari modelling dan fokus untuk sembuh. Sekarang akhirnya sudah sembuh dan bisa modelling lagi,” ungkap Ilene.

Raissa menjelaskan bahwa mental health itu adalah kemampuan atau kondisi seseorang ketika mengetahui kelebihan dan kekurangannya, tetap produktif, mampu menjalin relasi dengan baik, dan menjaga tingkat stres sehari-hari. Namun, ketika terjadi kegagalan dan masalah muncul terus-menerus, hal ini dapat mengakibatkan mental health menjadi turun. “Bila kita tidak bisa mengelola stres dan masalah yang ada, seseorang bisa jatuh hingga ke titik terburuk, yaitu mental sickness,” jelas Raissa.

Alumnus Program Sarjana Psikologi dan Magister Psikologi Psikologi Maranatha ini menyarankan untuk membangun kepercayaan diri dengan memiliki self-love. Dimulai dari mengapresiasi keberhasilan kecil yang telah dilakukan. “Mengapa kita susah menoleransi kesalahan yang kecil, tetapi sulit juga mengapresiasi keberhasilan yang kecil. Mulailah mencintai diri kamu dengan mengapresiasi diri kamu sekecil apapun itu, dan kurangi self-critic. Apresiasi usaha yang sudah kamu buat dibandingkan hasil akhirnya,” kata Raissa. (sg/gn)

 

Foto: dok. Bidang Media dan Komunikasi

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 4 June 2021