Rhyma Permatasari, alumnus Fakultas Psikologi Universitas Kristen Maranatha, berhasil menciptakan gerakan lingkungan dan ketahanan pangan di daerahnya. Bersama dengan Pemuda Pemudi Cipaku (Papici), Rhyma mampu mengubah selokan yang penuh sampah dan bau menjadi bersih. Bahkan,di selokan yang memiliki nama Selokan Bapak Arsyadi Cipaku ini dapat ditemukan ikan lele, nila, dan mujair disepanjang aliran air.

Rhyma yang merupakan inisiator dari “Sustainable Cipaku” mengatakan, gerakan ini tercetus dari kekhawatiran dan keprihatinannya melihat kondisi lingkungan sekitar tempat tinggalnya yang tidak bersih dan menebarkan bau tidak sedap. Kemudian pada bulan Juni, Rhyma dibantu dengan komunitas pemuda setempat, Papici, kemudian mulai membersihkan selokan dan menebarkan ribuan bibit ikan tersebut. Hasilnya, selokan di RW 02, Kelurahan Ledeng, Kecamatan Cicadap ini menjadi bersih dan indah.

Rhyma dan Papici juga berencana akan membuat vertical garden dan diduplikasikan di sekitar lingkungan RW mereka. Selain itu, untuk membuat dinding sepanjang lingkungannya menjadi menarik, mereka pun melaksanakan kegiatan mural bersama pada Sabtu, 15 Agustus 2020 bersama seniman mural dan masyarakat sekitar.

Gerakan sustainable ini juga diapresiasi oleh Wakil Walikota Bandung, Yana Mulyana setelah meninjau langsung dilapangan. Dikutip dari Merdeka.com, Yana mengatakan jika masyarakat bisa memanfaatkan lahan dengan baik, maka kedepannya bisa bermanfaat bagi banyak orang melalui ketahanan pangan. Beliau mengatakan akan memberikan bantuan alat filterisasi agar saluran tersebut bisa tetap terjaga kualitasnya. Ia menambahkan bahwa wilayah tersebut berpotensi menjadi tempat wisata berkelanjutan jika kondisi alirannya tetap terjaga dan memacu warga untuk lebih memanfaatkan lagi lahan yang ada disekitarnya. (sg/gn)

 

Foto: Instagram Humas Kota Bandung (@humasbdg)

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 24 August 2020