Singapore University of Techology and Design (SUTD) memprediksi 97% kasus Covid-19 di Indonesia akan berakhir pada 6 Juni 2020 dan diperkirakan 100% berakhir pada bulan September 2020. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, Prof. Dr. Ahmad M. Ramli, S.H., M.H., FCB-Arb., dalam kegiatan seminar online (webinar) melalui aplikasi Zoom. Seminar bertema “Memutus Mata Rantai Penyebaran Covid-19 dengan Aplikasi PeduliLindungi Serta Aspek-aspek Kesehatan, Hukum, Bisnis, dan Investasi pada Masa Pandemi” merupakan hasil kerja sama antara Kominfo RI dengan Universitas Kristen Maranatha yang diadakan pada Senin, 27 April 2020.

Prof. Ramli berharap agar prediksi ini dapat menjadi kabar baik dalam upaya pemutusan penyebaran virus ini. Ia mengatakan bahwa pemerintah terus berusaha untuk melindungi masyarakat, salah satunya adalah dengan meningkatkan peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK). TIK menurutnya menjadi sangat penting di masa pandemi ini. 

“Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kita bisa menjalankan stay at home tanpa jaringan telekomunikasi, layanan pos, dan logistik. Layanan online tentunya akan membantu masyarakat berada di ruang digital dan dapat hidup normal pada saat mobilitas keseharian dibatasi,” ujar Prof. Ramli.

Jaringan telekomunikasi dan layanan konten, menurutnya dapat menjadi sarana informasi untuk menyelamatkan jiwa dan memutus mata rantai Covid-19. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah adalah melalui pengembangan sebuah aplikasi untuk melacak dan menghentikan penyebaran Covid-19, yaitu PeduliLindungi.

Aplikasi PeduliLindungi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasi saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. Aplikasi ini akan memberitahu pengguna apakah ia berada di keramaian atau berada di zona merah, yaitu area atau kelurahan yang sudah terdata terdapat orang yang terinfeksi Covid-19 positif atau pasien dalam pengawasan (PDP).

“Presiden juga menekankan pemantauan kepada PDP dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) harus dilakukan dengan memastikan dua kelompok ini mengunduh aplikasi PeduliLindungi,” ungkap Prof. Ramli.

Aplikasi PeduliLindungi sudah dapat diunduh melalui Play Store dan App Store. Selain melalui aplikasi ini, pemerintah juga membuat program lain untuk memberikan informasi kepada masyarakat, yaitu dengan menggunakan aplikasi pesan WhatsApp dan layanan SMS blast setiap harinya.

Selain Prof. Ramli, seminar ini juga menghadirkan para ahli di bidang teknologi, kesehatan, hukum, bisnis, dan investasi untuk menyampaikan materinya, yaitu Indra Maulana, S.H., LL.M. (Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama, Ditjen PPI Kominfo RI); Dr. Agung Harsoyo, S.T., M.Sc. (Komisioner Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, Dosen Teknik Elektro dan Informatika ITB); Dr. Faizal Rochmad Djoemadi, M.Sc. (Chief Digital & Innovation Officer PT Telkom Indonesia); Dr. Komang Budi Arsaya, S.T., M.Eng. (Head of Platform and Enabler PT Telkom Indonesia); Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, M.Si., Sp.An.-KIC. (Ahli Genetika dan Biologi Molekular Fakultas Kedokteran UK Maranatha); Dr. Peter, S.E., M.T. (Pakar Ekonomi UK Maranatha); dan Dr. P. Lindawaty S. Sewu, S.H., M.Hum., M.Kn. (Pakar Hukum Bisnis dan Investasi Fakultas Hukum UK Maranatha).

Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU. mengatakan bahwa seluruh dunia termasuk Indonesia hingga saat ini terus berusaha keras untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 dengan efektif agar masyarakat terlindungi. Menurutnya, kita patut bersyukur Kominfo telah mengembangkan aplikasi PeduliLindungi sebagai pelacak penyebaran virus Corona. 

Oleh karena itu, Prof. Sri berharap aplikasi ini dapat membantu masyarakat dalam melindungi diri, serta menghentikan penyebaran Covid-19 dengan partisipasi masyarakat melalui data lokasi yang dibagikan. “Harapan saya setelah mendengar dan mengikuti materi dari webinar ini, kita semua akan turut berperan aktif dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia,” jelasnya. (sg/gn)

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 1 May 2020