Untuk mendukung industri peternakan di Indonesia di masa pandemi saat ini, Fakultas Bisnis (FB) Universitas Kristen Maranatha melakukan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui kegiatan webinar series dengan tema “How to Survive in Crisis”. Webinar pertama yang diikuti lebih dari 150 peternak di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi ini berlangsung pada hari Jumat, 28 Mei 2021 melalui platform Zoom.

Tan Ming Kuang, S.E., M.Si., Ak., Ph.D. sebagai Dekan Fakultas Bisnis UK Maranatha menyebutkan bahwa tujuan pelaksanaan acara ini adalah untuk memberikan inspirasi dan motivasi kepada seluruh pelaku usaha bisnis peternakan dalam menghadapi masa pandemi yang penuh tantangan. “Kami berharap melalui diskusi, kita bersama dapat belajar hal-hal baru, baik dari para pembicara di bidang akademisi dan juga kepada peserta yang memang terjun di bidang usaha ini,” ungkap Tan Ming Kuang.

Kegiatan ini menghadirkan tiga pembicara yang berasal dari akademisi FB UK Maranatha. Mereka adalah Maya Malinda, S.E., M.T., Ph.D., dosen sekaligus Wakil Rektor Bidang Keuangan, Pengembangan Strategi, dan Teknologi Informasi UK Maranatha; Dr. Drs. Jahja Hamdani Widjaja, M.M., Ketua Program Sarjana Manajemen UK Maranatha; dan Dr. Benny B. Tjandrasa, S.E., M.M., dosen Program Magister Manajemen di bidang keuangan. Kegiatan ini sendiri dimoderatori oleh Ketua Program Magister Manajemen UK Maranatha, Dr. Agus Ariwibowo, M.M.

Maya memaparkan bahwa krisis yang dihadapi seluruh pelaku usaha ekonomi, termasuk kepada para peternak, sebagai akibat dari pandemi ini memang menimbulkan banyak kesulitan dalam seluruh aspek kehidupan. Namun, Maya menyemangati agar kita tidak merasa berputus asa karena dibalik terjadinya suatu krisis, terdapat sebuah peluang besar yang bisa dimanfaatkan.

Ia menyampaikan tips agar pelaku usaha peternakan bisa bertahan untuk menghadapi krisis, yang ia kembangkan dari kata krisis itu sendiri, yaitu Kolaborasi, Relasi, Inovasi, Sabar, Ilmu, dan Syukur. Kolaborasi berarti pelaku usaha tidak bisa bekerja dengan mengandalkan diri sendiri, tetapi harus mulai bekerja sama dengan pihak lain. Membangun relasi seluas-luasnya juga diperlukan untuk memunculkan peluang-peluang baik. “Inovasi berarti mau mencoba dan beradaptasi dengan berbagai hal baru. Miliki kesabaran sebagai proses kehidupan untuk terus konsisten melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik. Terus tambah ilmu pengetahuan dengan orang yang lebih ahli atau membaca banyak sumber ilmu. Terakhir adalah bersyukur dengan apa yang dimiliki,” ujar Maya. (sg/gn)

 

Foto: dok. Panitia PKM via Zoom

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 16 June 2021