Program Studi S-1 Teknik Sipil Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan Vinilon Group menggelar Seminar Vinilon Goes to Campus (VGTC) pada Jumat, 06 September 2019. Acara yang diadakan di Ruang Paulus, Gedung Administrasi Pusat lantai 4 ini diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa aktif Prodi Teknik Sipil.

Ketua Program Studi S-1 Teknik Sipil, Dr. Ir. Asriwiyanti D., M.T., mengatakan seminar ini adalah hasil kerja sama yang baik antara universitas dan pihak industri. Melalui seminar, mahasiswa bisa langsung belajar tentang kemajuan yang ada, khususnya di bidang industri pipa. “Saya harap rekan-rekan mahasiswa jangan sungkan, langsung bertanya dan setelah selesai dari seminar ini kita mendapat informasi sebanyak-banyaknya,” ujar beliau dalam sambutannya.

Vinilon Group merupakan produsen dan distributor manufaktur produk perpipaan yang menyediakan layanan dari hulu hingga hilir untuk berbagai aplikasi dan kebutuhan proyek apa pun. Seminar Vinilon Goes to Campus di Maranatha sendiri adalah satu dari serangkaian kegiatan VGTC yang telah dilaksanakan oleh Vinilon Group. Pada tahun 2018, Vinilon Group telah mengunjungi sekitar 25 kampus di Indonesia, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk menciptakan brand  awareness dari produk Vinilon kepada mahasiswa. “Ini adalah bagian dari program dari Vinilon Group untuk bisa mendekatkan diri, terutama kepada teman mahasiswa yang nantinya diharapkan bekerja di industri yang sesuai. Ini sebagai perkenalan perusahaan kami kepada teman-teman semua,” ujar Abi Noviadi selaku Brand Spesialist dari Vinilon Group. Abi juga menambahkan di dalam VGTC kali ini juga diberikan informasi rekrutmen bagi mahasiswa tingkat akhir dan program magang yang ada di Vinilon Group.

Seminar disampaikan oleh Christianus Agri selaku Product Engineer dari Vinilon Group dengan materi yang bertajuk “Technical Product”. Pembahasannya terdiri dari klasifikasi produk pipa, bahan baku pembuatan, proses produksi dari bahan baku menjadi pipa jadi, sistem penyambungan pipa, hingga aplikasinya. “Pemberian lem harus diberikan secukupnya karena sisa lem bisa membuat pipa menjadi lebih lunak, membuatnya mudah pecah,” ungkap Agri. Acara kemudian ditutup dengan pemberian cendera mata dari kedua belah pihak.  (sg)

Upload pada 9 September 2019