Di tengah-tengah liburan pergantian semester, Vincentius William, mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain, Program Studi S-1 Desain Interior angkatan 2017 mengambil kesempatan untuk mengikuti Kompetisi Nasional Desain Interior “Interior Designer Gathering (IDG) 2019” yang diselenggarakan oleh Dekoruma, sebuah perusahaan startup teknologi multinasional. Pengalaman pertamanya dalam mengikuti perlombaan justru menghantarkannya sebagai Juara II dalam kompetisi ini. “The New Era of Interior Design” sebagai tema perlombaan ini diikuti oleh lebih dari 400 desainer interior muda, terutama mahasiswa yang fokus di bidang interior dan arsitektur.

Masa perlombaan dimulai dari tanggal 1 Mei 2019 hingga 17 Juni 2019. Dalam proses pengerjaannya, walaupun banyak kendala yang dialami, Vincentius berhasil menyelesaikan desainnya dengan baik dan mendapatkan penghargaan tersebut. Kompetisi ini mengharuskan peserta mendesain kamar tidur berukuran 3×4 dengan konsep yang disebut Japandi. Konsep Japandi ini merupakan gabungan dari Japanese Style dan Scandinavian Style.

Dalam desain yang Vincentius rancang, ia mengambil konsep “Connection”. Dengan menggabungkan konsep Japandi dengan konsepnya, Vincentius mendesain ruangan dengan model rancang yang mengedepankan estetika dalam kesederhanaan tradisi yang juga mengakomodir kebutuhan mendasar penghuninya agar dapat “terkoneksi”.

Melalui konsep yang diambil, Vincentius mencoba untuk memperlihatkan bahwa, “Nothing exists that isn’t connected; but connectedness doesn’t exist. It shows itself through things that are connected”. Desain Vincentius dibuat dengan minimalis ala Jepang berpedoman pada ilmu Zen yang membawa manusia kembali pada tradisi dan menghantarkan penghuninya lebih dekat dengan alam. Ruang yang ditata secara rapi, tetapi tidak terlalu simetris, mengajarkan penghuninya untuk menikmati dan mengapresiasi keindahan dalam ketidaksempurnaan. Sedangkan, kesederhanaan desain khas Scandinavian Style menjadikan rumah bagi penghuninya lebih modern dan fungsional. Vincentius juga menuturkan, sebuah ruang tak hanya dapat menghubungkan penghuninya dengan alam dan Tuhannya, tetapi juga dapat menghubungkan manusia dengan dirinya sendiri. Sebuah ruang mendobrak segala perspektif tentang perbedaan, menjanjikan koneksi dengan insan lain adalah suatu kebutuhan.

Pengumuman pemenang yang diiringi dengan workshop dan talkshow digelar pada hari Sabtu, 27 Juli 2019 bertempat di Soehanna Hall, Jakarta Selatan. Melalui pengalaman barunya dalam mengikuti perlombaan, Vincentius ingin berpesan, “Jangan takut untuk berusaha mencoba sesuatu yang baru, karena sekecil apa pun usaha kita pasti Tuhan selalu memberi jalan yang terbaik untuk kita”. (ns)

Upload pada 31 July 2019