Upayakan Kesuksesanmu Sejak Hari Ini – Seminar Nasional 2016

Himpunan Mahasiswa Manajemen Universitas Kristen Maranatha kembali menyelenggarakan Seminar Nasional. Seminar Nasional 2016 mengusung tema “Start to Seize the Future”. Acara yang diselenggarakan pada hari Sabtu (16/4) ini dimulai sekitar pukul 09.00.Sesi pertama yang bertemakan “Marketing Communication, the Era of Digitalization” dibawakan oleh pembicara pertama pada hari itu yaitu Bapak Ongkie Tedjasurja, S.E., M.M., MBA didampingi Ibu Ariesya Aprilia, S.E., M.Si. selaku moderator. Bapak Ongkie adalah director – chief marketing officer Kalbe Group.Melalui pengalamannya selama bertahun-tahun di bidang marketing, beliaupernah meluncurkan berbagai produk makanan / minuman yang saat ini begitu digandrungi konsumen di Indonesia. Menurut Bapak Ongkie, memasarkan barang bukanlah perang antar produk namun perang persepsi dan bagaimana kita mampu mencuri pasar yang belum dikuasai oleh produk lain. Kiat sukses yang beliau bagikan antara lain adalah pentingnya menjadi yg pertama dan berbeda di segmen baru. Terkadang menjadi yang terbaik bukanlah segalanya, justru kunci keberhasilan produk terletak pada upaya kita menjadikan produk tersebut yang pertama dan terunik. Melalui contoh kasus dari produk-produk yang berhasil diluncurkan ke pasar,Bapak Ongkie menekankan pentingnya komunikasi dalam memasarkan produk, misalnya dengan mengemas satu produk ke dalam berbagai model iklan ketika dipasarkan di negara-negara yang berbeda.
Pembicara kedua adalah Bapk Tosan Liem yang membawakan materi “Entrepreneur Success Program”. Beliau adalah seorang motivator dan penulis bukuSuper Active Income.Sesi ini diawali dengan sebuah pertanyaan sederhana “Apa definisi sukses bagi Anda?” Menurut Bapak Tosan Liem sendiri, sukses adalah mendapatkan apa yang diinginkan secara sadar. Untuk sukses, seseorang perlu memiliki tujuan yang jelas agar energi-nya dapat disalurkan dalam aksi dan aksi diperlukan untuk mewujudkan tujuan. Menjadi entrepreneur merupakan salah satu jalan untuk menjadi sukses. Kuncinya adalah dengan berani mengambil resiko, mau bersabar, lakukan kegiatan yang produktif dan fokus.Pada akhir sesi Bapak Tedy Wahyusaputra, SE, MM, CFP selaku moderator menegaskan bahwa pesan yang Bapak Tosan Liem sampaikan adalah langkah pertama yang dapat anda lakukan untuk sukses adalah berani bermimpi tetapi jangan lupa bangun untuk menjadikan mimpi tersebut nyata.
Materi yang dibawakan oleh para pembicara menarik dan aplikatif sehingga waktu sesi pun selalu dirasa kurang. Para hadirin juga terlihat antusias, antusiasme ditunjukkan oleh banyaknya hadirin yang ingin mengikuti sesi tanya jawab pada setiap akhir materi.
Selain seminar, diadakan pula pengumuman pemenang Marketing Plan Competition 2016 sebagai bagian dari rangkaian acara Seminar Nasional dimana tahun Universitas Mercubuana berhasil membawa pulang gelar juara pertama. Setelah itu acara seminar kembali diselenggarakan dengan menghadirkan dua pembicara yang akan berbagi pengalaman sukses di usia muda, yaitu Yasa Singgih dan Ernest Prakasa.
Yasa Paramitha Singgih adalah seorang entrepreneur dan owner clothing line Owner Men’s Republic. Di usianya yang baru 20 tahun, keberhasilannya menjalankan usaha dibuktikan dengan namanya yang masuk ke dalam daftar 30 anak muda di Asia yang berusia di bawah 30 tahun yang mampu memberi warna lain di bisnis e-commerce dan ritel dari versi majalan Forbes. Yasa menghapus paradigma bahwa pengusaha muda yang sukses pastinya hanya berbekal warisan dari orang tuanya karena justru awal dari keberhasilan Yasa bermula dari menurunnyakondisi ekonomi keluarga. Yasa membagikah kisah perjuangannya yang kala itu berusia 15 tahun dan harus berjualan pakaian agar tidak membebani keuangan keluarganya. Saat ini, tidak hanya berhasil membiayai sendiri kebutuhan hidupnya, ia menjadi seorang penulis buku dan kisah hidupnya sempat diangkat oleh Kementrian Pemuda dan Olaharga menjadi film “Pemimpin Muda Dunia Bisnis”.
Hadir pula Ernest Prakasa, seorang StandUp Comedian yang juga sedang merintis usaha online shop. Melalui pengalamannya yang berani melepaskan pekerjaan tetap sebagai pegawai suatu perusahaan dan meniti karir sebagai Stand Up Comedian, Ernest mengisahkan perjuangannya mengadakan stan up comedy tour dan kesuksesannya menjadi seorang sutradara sekaligus pemain film “Ngenest”. Berdasarkan pengalamannnya sendiri, Ernest memiliki sudut pandang yang menarik dalam menjalani kehidupan dan mencapai kesuksesan.
Sesi tersebut dibawakan oleh Ibu Yolla Margaretha, S.E., M.M. selaku moderator yang mengarahkan kedua pembicara dalam membawakan materinya.Dengan bersemangat dan penuh canda keduanya saling menimpali dan mengutarakan pandangan masing-masing ketika menjawab pertanyaan Ibu Yola. Keduanya mendorong anak muda khususnya para mahasiswa dalam seminar ini untuk mulai menggapai masa depannya dan meniti jalan menuju kesuksesan mereka.
Bagi Yasa dan Ernest, kesuksesan bagi setiap orang tidak dapat dibandingkan karena semua orang memiliki perbedaan cara pandang mengenai ukuran kesuksesan. Yang pasti, untuk mencapai kesuksesan tidaklah mudah dan harus diupayakan dari saat ini.Menurut Ernest, para mahasiswa berpeluang lebih cepat dan lebih besar untuk sukses di usia muda karena memiliki cukup banyak waktu luang, asalkan jeli memanfaatkan internet untuk memeroleh berbagai informasi dan menggunakan informasi tersebut untuk mencari cara agar dirinya sukses. Mereka juga menegaskan untuk tidak takut menghadapi kegagalan, karena kegagalan adalah bagian dari proses, keuntungan bagi anak sejak muda mencoba sukses adalah semakin banyak kesempatan untuk mencoba berbagai kesempatan tanpa takut mengalami kerugian apa-apa. Mereka berpesan agar setiap peserta seminar hari itu mampu mensyukuri dan menghargai diri sendiri karena terkadang kita tidak sadar bahwa sumber daya yang kita miliki untuk sukses bukan dari hal-hal di luar diri kita namun berasal dari dalam diri kita sendiri.

“Tidak masalah mengawali bisnis dengan keuntungan recehan asalkan kita memiliki visi miliaran.”– Yasa Singgih.

“You have to fail and try and fail and try again karena tidak ada jaminan keberhasilan dalam berupaya mencapai kesuksesan.” Ernest Prakasa
(Rinella Chirilda Elgi – Reporter PR&P UK. Maranatha)