Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Universitas Kristen Maranatha menggelar Webinar OSIS Leadership Training dan Pelatihan Kepemimpinan Kebinekaan bagi para siswa pengurus dan calon pengurus OSIS SMA Santa Maria Cirebon serta SMA dan SMK Dominikus Wonosari pada tanggal 23-24 Oktober 2020 yang disiarkan melalui platform Zoom.

Kegiatan yang rutin diadakan oleh pihak sekolah ini merupakan bagian dari program Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) bagi para siswa, khususnya bagi mereka yang terpilih menjadi pengurus OSIS. Kepala Sekolah SMA Santa Maria Cirebon, Drs. Ongko Sumedi mengatakan, OSIS merupakan sebuah wadah untuk melatih para siswa dalam mengatur organisasi agar dapat terus berkembang maju melayani para siswa dan mendampingi kegiatan sekolah. Ia berharap melalui pelatihan ini, para pengurus OSIS bisa menjadi pemimpin yang mau mendengarkan dan menjadi sumber inspirasi bagi para anggotanya.

Webinar ini mengulas dua topik, yaitu mengenai kepemimpinan dan kebinekaan dalam kehidupan berbangsa di era saat ini. Empat narasumber yang hadir memaparkan materi, yaitu Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ekonomi UK Maranatha, Imelda Junita, S.E., M.T.; COO & Co-Founder Biro Psikologi Personale, Raissa Hadiman, M.Psi., Psikolog; Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum, Daniel Hendrawan, S.H., M.Hum., M.Kn.; dan Ketua Program Sarjana Ilmu Hukum, Demson Tiopan, S.H., M.H.

Imelda menjelaskan, kepemimpinan itu harus dimulai dari diri sendiri karena jika seseorang mampu memimpin diri, maka secara bertahap ia dapat memimpin untuk lingkup yang lebih luas. Imelda memaparkan sikap-sikap yang dapat mengembangkan kepemimpinan diri sendiri. Pertama adalah memiliki sikap proaktif untuk memilih respons yang akan kita lakukan dalam menghadapi suatu kondisi. Kedua, mengembangkan konsep diri yang benar. Ketiga, memiliki integritas untuk menyatakan tindakan berdasarkan prinsip-prinsip kebenaran. Terakhir, memiliki komitmen untuk bertanggung jawab menuntaskan kewajiban. “Jadilah pemimpin yang melayani, yaitu pemimpin yang meletakkan kepentingan orang lain di atas kepentingannya sendiri. Motivasinya adalah untuk melayani. Melalui pelayanannya, orang-orang yang dipimpinnya akan bertransformasi menjadi lebih baik dan melakukan seperti apa yang dilakukan oleh pemimpin,” ucap Imelda.

Memimpin di masa pandemi adalah tantangan baru yang tidak dapat terhindarkan, termasuk bagi pengurus OSIS SMA. Namun, Raissa berpendapat bahwa seorang pemimpin excellent adalah pemimpin yang mampu berjuang menghadapi kesulitan, terlebih di waktu yang menantang saat ini. Alumnus Fakultas Psikologi Maranatha ini menyebutkan perlunya langkah-langkah untuk bisa mengatasi situasi yang sulit.

Mengenali diri sendiri menjadi langkah awal agar mengetahui kelebihan diri sendiri dan hal-hal yang perlu dikembangkan. Jika telah mengenal kelebihan dan kelemahannya, maka kita dapat menentukan hal yang harus diterima dan yang dapat diubah. Hal yang harus diterima yang ia maksudkan, seperti kondisi pandemi saat ini yang mendorong kita untuk beradaptasi dengan situasi yang ada. Terakhir adalah memulainya dari “saya”. “Kalau ada sesuatu yang harus diubah, selalu mulai dari mengubah diri kita sendiri. Kita harus selalu melihat diri, apakah ada sesuatu yang harus diubah, atau sudahkah kita mengerjakan bagian kita dengan benar dan terbaik. Setiap orang yang mau berjuang dengan cara yang benar untuk menghadapi situasi sulit, sudah punya modal penting untuk menjadi excellent leader,” ungkap Raissa.

Sekretaris Umum Universitas, Robby Yussac Tallar, S.T., M.T., Dipl.IWRM., Ph.D. dalam sambutannya mengungkapkan bahwa menjadi seorang pemimpin adalah panggilan yang mulia. Oleh sebab itu, karakter seorang pemimpin dan kebijaksanaan dalam memutuskan suatu masalah perlu untuk terus diasah dengan memenuhi kemampuan dasar kepemimpinan. “Kompetensi yang didapatkan dari pelatihan ini mungkin tidak langsung kita rasakan manfaatnya, tetapi saya percaya nanti ke depannya manfaat ini akan segera dirasakan. Ini memang membutuhkan waktu, membutuhkan proses. Jadilah seorang pemimpin yang sukses dan menjadi inspirasi bagi orang lain,” ungkapnya. (sg/gn)

 

Foto: dok. DMA via Zoom

Upload pada 2 November 2020