Agar setiap dosen dapat memahami tugas dan perannya sebagai tenaga pendidik dan tenaga profesional sesuai dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, Universitas Kristen Maranatha melalui Lembaga Edukasi (LEDU) menyelenggarakan Program Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI). Pelatihan ini diadakan untuk melengkapi dosen-dosen muda dan yang belum memiliki jabatan akademik untuk meningkatkan kompetensinya dalam bidang pedagogi, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesionalnya.

Acara pembukaan PEKERTI berlangsung di Ruang Teater, Gedung Administrasi Pusat lantai 8 pada Senin, 29 Juli 2019. Kegiatan ini dihadiri Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D.; Wakil Rektor I Universitas Pendidikan Indonesia, Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd.; Divisi Pendidikan Profesi dan Jasa Keprofesian UPI, Dr. Toto Ruhimat, M.Pd.; Perwakilan LLDIKTI Wilayah IV, Aminatun, S.Sos., M.Si.; para instruktur pelatihan; jajaran pejabat struktural UK Maranatha; dan 30 peserta pelatihan PEKERTI.

Solehuddin mengatakan, terdapat perbedaan antara keilmuan di kampus dengan keilmuan di luar kampus dan para dosen tidak cukup hanya menguasai pengetahuan yang didalami. Dosen perlu berinteraksi dengan mahasiswa dan berkewajiban mendidik serta menularkan pengetahuan yang dimiliki. “Jika kita hanya menguasai keilmuannya, mungkin kurang. Kita perlu diperlengkapi dengan kemampuan menciptakan suasana pembelajaran yang membuat mahasiswa mau belajar,” jelas Solehuddin.

Ia berharap PEKERTI ini menjadi kesempatan bagi dosen Maranatha untuk meningkatkan kualitasnya sebagai akademisi sesuai dengan visi dan misi UK Maranatha. “Semoga bekal pemahaman yang nanti digeluti bersama para instruktur akan menambah wawasan terkait insan-insan yang dihadapi, cara memperlakukan mereka sehingga mahasiswa bisa tampil dan belajar secara optimal untuk menggapai pencapaian pembelajaran yang direncanakan,” tambah Solehuddin.

Rektor UK Maranatha mengatakan, dosen harus memiliki esensi dari ilmu pendidikan, yaitu melalui pedagogi. Ilmu pedagogi menurutnya adalah menggali talenta melalui cara seseorang menguasai suatu bidang. “Hari ini kita akan belajar cara mengajar dan memfasilitasi pembelajaran itu. Ilmu ini kita harapkan dapat diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan anak-anak abad 21 yang saat ini memiliki kekhasan pendidikan,” ujar Armein. Beliau juga berharap kerja sama antara UK Maranatha, UPI, dan LLDIKTI seperti ini dapat terus berlangsung dalam rangka mengembangkan konsep ilmu pengetahuan dan kepentingan penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

PEKERTI pada awalnya ditujukan untuk dosen muda, sedangkan program Applied Approach (AA) ditujukan bagi para dosen senior. Kedua pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesional dosen dalam memangku jabatan fungsional, terutama dalam peningkatan keterampilan pedagogi. Program PEKERTI dan AA mulai dikembangkan pada tahun 1993 dan telah mengalami berbagai perubahan dengan maksud agar dapat mengakomodasi kebutuhan masing-masing perguruan tinggi. Dan sejak Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan diterbitkan, DIKTI memberikan otonomi dalam menyelenggarakan PEKERTI kepada masing-masing perguruan tinggi mengacu kepada materi yang didesain oleh DIKTI. Sehingga setiap perguruan tinggi berkesempatan menyelenggarakan PEKERTI tanpa harus menunggu kegiatan diselenggarakan oleh DIKTI yang tempatnya terbatas untuk seluruh PTS yang ada.

Pelatihan berlangsung selama empat hari hingga tanggal 1 Agustus 2019 di H10C07, Gedung Grha Widya Maranatha lantai 10. Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test dan dilanjutkan dengan diskusi berkaitan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan aspek-aspek kerangka pembelajaran, di antaranya bagaimana mengembangkan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), instrumen penilaian, media dari segi filosofis dan teori pendidikan, hingga merumuskan pencapaian pembelajaran. Seluruh pembelajaran tersebut akan dipraktekkan melalui simulasi pembelajaran yang tepat selama 10-15 menit dan diakhir dengan post-test. Seluruh rangkaian acara akhirnya ditutup dengan refleksi dan penyerahan hasil pelatihan kepada para peserta pada hari Jumat, 2 Agustus 2019. (sg)

Upload pada 31 July 2019