Menyikapi pandemi Covid-19, berdasarkan petunjuk dan pedoman yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai pencegahan penyebaran infeksi Covid-19, Maranatha telah melakukan beberapa tindakan kewaspadaan. Selain membatalkan beberapa kegiatan yang menimbulkan kerumunan banyak orang, Universitas Kristen Maranatha juga telah memberlakukan perkuliahan jarak jauh. Sementara itu, untuk menjaga lingkungan kampus agar tetap kondusif, dilakukan juga penyemprotan gedung-gedung kampus dengan cairan disinfektan.

Baca juga: Maranatha Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh

“Penyemprotan sudah mulai dilakukan pada hari Minggu (15 Maret 2020), dimulai dari GWM (Grha Widya Maranatha) dan GAP (Gedung Administrasi Pusat), terutama pada fasilitas-fasilitas publik yang rentan,” jelas Drs. Alexandrey Mangundjojo, Direktur Sarana dan Prasarana Universitas Kristen Maranatha. “Hari ini (Senin, 16 Maret 2020), penyemprotan berlanjut ke ruang-ruang kelas dan kantor, juga beberapa gedung lainnya,” lanjutnya.

Penyemprotan cairan disinfektan yang dilakukan di area publik merupakan salah satu cara untuk mencegah penyebaran virus corona. Sarana publik yang terpapar virus, misalnya gagang pintu, tombol lift, railing tangga, berisiko tersentuh dan kemudian menyebarkan virus kepada orang yang menyentuhnya. Seperti disampaikan oleh Dr. dr. J. Teguh Widjaja, Sp.P., FCCP.,  pada kuliah umum “Pneumonia Covid-19”, virus corona mampu bertahan hidup pada permukaan metal selama 12 jam, dan pada permukaan kain dapat bertahan selama 9 jam. Penyemprotan disinfektan perlu dilakukan untuk mematikan virus sebelum menyebar karena tersentuh oleh orang yang beraktivitas di area publik.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, Maranatha Gelar Kuliah Umum

Lebih lanjut, dr. Teguh juga menyatakan bahwa virus corona dapat bertahan hidup selama sepuluh menit pada permukaan tangan. Bila di tangan seseorang terdapat virus akibat menyentuh benda yang terinfeksi, kemudian ia memegang mata, hidung, atau mulut dalam durasi waktu sepuluh menit itu, maka ia akan tertular virus corona. Oleh sebab itu, sering mencuci tangan merupakan langkah sederhana untuk mencegah penularan virus corona. Universitas Kristen Maranatha dalam satu minggu terakhir ini juga telah memastikan ketersediaan sabun cuci tangan dan hand sanitizer di gedung-gedung kampus.

Alexandrey mengatakan, “Beberapa toilet yang belum terdapat dispenser sabun cuci tangan, saat ini sudah dilengkapi. Petugas kebersihan juga sudah meningkatkan pemantauan di area-area tempat cuci tangan, untuk memastikan kebersihan dan ketersediaan air dan sabun.” Ia menambahkan, “Penyediaan hand sanitizer di area-area publik sekitar kampus juga sudah mulai dilaksanakan bertahap.” Untuk meningkatkan antisipasi, pengecekan suhu tubuh juga akan dilakukan. “Mulai besok, pengecekan suhu tubuh akan dilakukan di gerbang utama kampus,” tutup Alexandrey. (ins/pm)

Upload pada 16 March 2020