Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kembali dilaksanakan oleh Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Kristen Maranatha. Kali ini pelatihan diberikan kepada guru-guru Bimbingan dan Konseling (BK) BPK Penabur dari berbagai tingkat pendidikan yang tersebar di 15 kota. Kegiatan berlangsung selama tiga minggu setiap hari Rabu (11, 18, dan 25 November 2020) melalui topik “Creative Design & Animation”, dan Jumat (13, 20, dan 27 November 2020) dengan topik “Create a Blog & Make a Vlog”.

Workshop online yang mengangkat tema “Strategi Guru Bimbingan dan Konseling dalam Difusi Inovasi Pendidikan” ini diadakan untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) guru BK di masa adaptasi baru. Seluruh topik disampaikan oleh dosen-dosen dari FTI Maranatha, yaitu Ir. Teddy Marcus Z., M.T.; Djoni S. Kartawihadja, S.T., M.T.; Yenni M. Djajalaksana, S.E., M.B.A., Ph.D.; dan Tiur Gantini, S.T., M.T.

Ketua BPK Penabur Bogor, Aryawan Handoko (11/11) dalam sambutannya berterima kasih atas komitmen para guru yang ingin terus belajar meningkatkan keterampilan softskill supaya dapat beradaptasi dan berinovasi di masa tatanan baru ini. Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Aryawan, Ketua BPK Penabur Jakarta, Ir. Antono Yuwono (13/11) menambahkan bahwa terdapat kesulitan bagi para guru pada masa transisi PJJ. “Tentu berbeda sekali pengajaran kepada peserta didik jika bertemu secara langsung dibanding melalui virtual. Ketika PJJ dilaksanakan, seakan hubungan guru dengan peserta didik terputus. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membantu bapak ibu guru BK menghadapi hambatan ini,” jelas Antono.

Sesi pertama dari topik “Creative Design & Animation”, membahas mengenai cara penggunaan dan pemakaian sebuah aplikasi web untuk desain grafis, yaitu Canva. Teddy sebagai pemateri pertama mengatakan bahwa konten visual adalah bagian penting dari presentasi di dunia maya, baik itu website, blog, atau akun media sosial. Ia mengajarkan fitur-fitur dalam aplikasi Canva yang digunakan melalui PC, laptop, bahkan ponsel pintar. “Kalau kita bicara creative design, sering sekali yang kita pikirkan adalah orang-orang di bidang seni yang memiliki keterampilan seni yang tinggi. Namun, era sekarang sebetulnya tidak mesti menjadi lulusan seni karena ada banyak tools yang membantu kita untuk membuat desain lebih kreatif,” jelas Teddy.

Selanjutnya pada topik “Create a Blog & Make a Vlog”, Yenni dalam sesi pertama memaparkan mengenai vlog, kegunaan, dan hal yang dibutuhkan dalam vlogging. Yenni mengartikan vlog sebagai video yang membahas tentang diri sendiri layaknya seperti tayangan reality show atas aspek kehidupan pribadi. Namun, pengetahuan mengenai vlog ini juga dapat diaplikasikan dalam jenis video lain yang bisa dimanfaatkan seperti video podcast, tutorial, ataupun talkshow sesuai dengan kebutuhan dari guru BK. Kunci sukses sebuah vlog menurutnya adalah harus dilakukan secara menyenangkan dan isinya menghibur, informatif, bermanfaat, dan dapat menarik.

Menurutnya untuk membuat sebuah video yang menarik, hal penting yang harus diperhatikan adalah memiliki perencanaan plot dan cerita. “Tentu bisa membuatnya langsung atau tanpa perencanaan, tetapi akan lebih bagus kalau vlog kita memiliki plot yang tersusun dengan baik. Kalau kita asal syuting, akan lebih capek karena akan lebih banyak yang tidak terpakainya,” jelas Yenni.(sg/gn)

 

Foto: dok. Fakultas Teknologi Informasi via Zoom

Upload pada 20 November 2020