Sabtu, 16 November 2019 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Kristen Maranatha kembali diselenggarakan untuk kedua kalinya. Sebagai bukti nyata Maranatha dalam menjalani visi dan misinya, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat, tema KKN Tematik tahun ini mengusung tema “Membangun Masyarakat yang Berdaya Cipta, Mandiri, dan Menghargai Lingkungan”. Secara bersamaan, kegiatan ini diselenggarakan di dua tempat berbeda, yaitu Jelekong dan Baleendah. KKN Tematik yang berkerja sama dengan Bank Sampah Bersinar (BSB) dan Dansektor 6 ini diikuti oleh sebanyak 161 mahasiswa dari enam fakultas dan 35 dosen pendamping UK Maranatha.

Ketua Pelaksana KKN Tematik Citarum Harum, Maya Malinda, S.E., M.T., PhD., CFP® dalam sebuah wawancara menjelaskan KKN sebagai upaya Maranatha untuk kuliah kerja nyata. “Jadi, apa yang mahasiswa dapatkan selama perkuliahan akan mereka terapkan kepada masyarakat atau pun kehidupan sehari-hari,” ujarnya. “Ini adalah bagian dari pengabdian kepada masyarakat dan service learning,” tambah Maya.

Di dua tempat yang berbeda ini, mahasiswa dari berbagai fakultas terbagi menjadi dua kelompok. Mahasiswa dari Fakultas Ekonomi, Program Sarjana Teknik Sipil, Program Sarjana Desain Komunikasi Visual, dan Program Sarjana Desain Interior berkesempatan mengunjungi daerah Baleendah. Di sana, para mahasiswa secara personal menangani masyarakat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang memiliki usaha dalam bidang kuliner. Masyarakat yang hadir mengikuti tiga sesi yang berbeda, yaitu “Berkah” (kelas mengenai kewirausahaan), “Melimpah” (kelas mengenai display dari suatu produk), dan “Bermakna” (kelas mengenai packaging). “Di setiap kelas ini, mahasiswa secara personal membantu masyarakat dalam memberikan masukan, seperti merancang kemasan yang baik dan ramah lingkungan, menjelaskan konsep bisnis yang baik, dan masih banyak lagi,” jelas Maya.

Sedangkan, mahasiswa dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Psikologi, dan Fakultas Teknologi Informasi mengunjungi daerah Jelekong. “Di Jelekong, para mahasiswa secara personal melakukan survei seputar kesadaran akan pentingnya kebersihan lingkungan,” jelas Maya. Pertanyaan yang ditanyakan contohnya adalah mengenai pengetahuan dan penerapan tujuh langkah mencuci tangan dan lain sebagainya. Maya menuturkan bahwa survei ini akan menentukan tindakan nyata lainnya yang akan dilakukan untuk KKN Tematik selanjutnya.

Kegiatan KKN Tematik yang diselenggarakan di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Maranatha merupakan kegiatan yang berkesinambungan yang telah berjalan sejak tahun 2018. Tahun pertamanya, KKN Tematik mengusung tema “Berkah Melimpah Citarum Harum” yang secara garis besar berfokus pada pelatihan kewirausahaan kuliner.

“Sebagai lanjutan dari pelatihan ini, maka tahun ini dan untuk seterusnya kegiatan ini akan terus berkesinambungan dan tidak berhenti pada satu acara saja,” tutur Maya. Dalam menjalankan bisnis pun menurutnya harus melalui proses yang perlu dipelajari bersama karena keuntungan bisnis tidak bisa didapat secara instan.

Menyikapi hal tersebut, Fakultas Ekonomi, khususnya Program Sarjana Manajemen menindaklanjuti kegiatan KKN Tematik ini dengan menyelenggarakan Morning Tea Discussion (MODIS). Mengusung tema “Peran Perguruan Tinggi terhadap Pengembangan UMKM”, kegiatan ini diadakan pada hari Jumat, 29 November 2019 dengan mengundang pembicara dari Bank Sampah Bersinar serta beberapa mahasiswa yang telah mengikuti KKN Tematik untuk berbagi pandangan mengenai kegiatan, pengalaman yang didapat, dan lain sebagainya.

“Sebagai perguruan tinggi yang memiliki visi misi, kami hendak menerapkan yang kami punya kepada masyarakat secara aplikatif,” ujar Maya. “Jadi, universitas itu tidak hanya sekadar tempat atau gedung saja, civitas academica yang ada juga bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat,” tambahnya. (ns/gn)

Foto: Maya Malinda

Upload pada 28 November 2019