Berinvestasi saham saat ini dapat dilakukan sejak usia muda dengan modal dari uang saku. Hal ini yang kiranya ingin disampaikan dalam acara talk show online yang diadakan oleh Bursa Efek Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Acara talk show ini mengundang pembicara dari generasi milenial yang telah menjadi bagian dari dunia pasar modal sejak awal masuk kuliah, yaitu Raden Safira Destiana. Safira sendiri merupakan mahasiswa Program Sarjana Manajemen Universitas Kristen Maranatha angkatan 2017 dan sekarang menjabat sebagai Ketua Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Maranatha. Acara ini disaksikan secara langsung melalui akun Instagram idx_jawabarat pada Kamis, 11 Juni 2020.

Pada diskusi bertajuk “Milenial Yuk Kita Berinvestasi”, Safira menceritakan awal keikutsertaannya dalam Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia (GIBEI) Maranatha. Dimulai sekitar dua bulan setelah awal perkuliahan. Walaupun masih berstatus mahasiswa baru, Safira memberanikan diri mendaftar dan akhirnya diterima sebagai asisten dosen di GIBEI. Safira mengakui, ia pada saat itu tidak mengetahui apapun tentang saham dan galeri investasi, tetapi dengan bimbingan dan arahan dari dosen dan para senior, secara perlahan ia pun mulai tertarik untuk coba membuka rekening saham. Rekening saham pertama yang Safira miliki adalah saham FREN, dengan modal Rp100.000,00 menggunakan Maranatha Sinarmas Sekuritas. Dalam waktu hitungan bulan, Safira akhirnya mendapatkan keuntungan dua kali lipat dari modal yang ia miliki.

Menurutnya, belajar mengenai saham itu gampang-gampang sulit. Yang penting adalah mencari informasi yang lengkap terkait saham tersebut, dan menentukan apakah saham ini untuk jangka panjang atau pendek. “Antisipasi untuk tetap meraih keuntungan, ya beli saham yang sedang di cari sektor-sektornya, misalkan consumer goods, telekomunikasi, dan sebagainya. Kalau kita beli saham itu biasanya beli yang murah, tetapi kita harus tahu prediksi apakah saham ini akan naik atau turun, lihat dari performa perusahaannya. Jadi intinya, beli pada harga serendah mungkin, lalu dijual pada harga setinggi mungkin,” jelas Safira.

Safira menjelaskan, GIBEI Maranatha rutin membuka kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diberikan bagi para peminat awal dari transaksi jual-beli saham. Selain itu, jika mahasiswa mengunjungi GIBEI pada jam-jam tertentu, mereka dapat belajar tentang saham secara menyenangkan melalui permainan kartu StockLab. Permainan ini, Safira mengatakan, biasa dilakukan sebanyak dua sesi di ruang GIBEI, Gedung Grha Widya Maranatha.

Safira menuturkan, GIBEI Maranatha berhasil menorehkan prestasi juara dalam kategori Nilai Transaksi Terbesar Se-Indonesia selama empat tahun berturut-turut (2016-2019). Selain itu, pada tahun 2018, GIBEI Maranatha juga meraih prestasi dalam kategori Aktivitas Edukasi dan Pemerataan Informasi.

Safira pun mengajak generasi muda dan yang bermodal terbatas agar berivestasi di pasar saham. Pembukaan rekening saham di GIBEI Maranatha dapat dilakukan ketika mereka sudah memiliki identitas diri atau telah berusia 17 tahun melalui mitra PT Sinarmas Sekuritas, dan jika belum, dapat menggunakan kartu identitas orang tua.

Menurutnya banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan dengan berinvestasi saham. “Dengan berinvestasi, kita jadi berpikir untuk masa depan kita. Kita jadi belajar bagaimana mengatur keuangan dengan baik. Saya sendiri sejak membuka rekening saham, jadi mengurangi jajan yang tidak perlu. Lebih memilih menabung untuk menambah saham saya saja,” jelasnya sambil tersenyum. (sg/gn)

Upload pada 24 June 2020