Sebagai upaya mempersiapkan perubahan kepemimpinan yang akan terjadi, khususnya di Universitas Kristen Maranatha, Direktorat Sumber Daya Insani (DSDI) menyelenggarakan seminar budaya kerja bagi tenaga kependidikan pada Jumat, 15 Mei 2020. Bertajuk “Budaya Kerja yang Efektif di Institusi Pendidikan”, seminar online ini diikuti sebanyak 230 tenaga administrasi dan tenaga penunjang akademik di lingkungan Maranatha. Tiga pembicara pun hadir untuk mengupas topik ini dari sisi yang berbeda. Mereka adalah Pendeta Universitas, Pdt. Yohanes Bambang M., M.Th.; Rektor Universitas, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU.; dan Konsultan di bidang peningkatan kualitas pelayanan dan pengembangan karakter, Rizal Badudu, S.E., Ak., M.Min.

Melalui sisi spiritual, Pdt. Yohanes menyampaikan bahwa kunci untuk membangun budaya kerja yang efektif adalah dengan memiliki keahlian yang terlatih dan teruji oleh waktu. Untuk memiliki keahlian itu, poin pentingnya adalah setia pada perkara-perkara kecil. “Banyak yang tidak setia pada hal-hal remeh, sehingga mereka akan menjadi stres dan tidak optimal ketika diberikan tanggung jawab besar. Spiritualitas kerja ketika dihayati di dalam proses, itu akan menjadi budaya,” jelasnya.

Selain itu ia mengatakan rotasi pekerjaan adalah hal yang pasti akan terjadi pada suatu organisasi. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk memaknai keadaan tersebut dengan jiwa yang tulus menerima segala perubahan yang nantinya terjadi. “Prinsip yang harus kita pegang adalah loyalitas sebagai spiritualitas yang luhur dan menyadari bahwa kehidupan itu seperti kurva yang dinamis. Ingatlah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu, termasuk dalam profesi yang kita jalani,” tambahnya.

Pada sesi kedua, Rektor menyampaikan delapan etos kerja dalam menyikapi pekerjaan yang telah dipercayakan, serta membangun sikap yang benar dan bertanggung jawab, yaitu bekerja dengan rahmat, amanah, panggilan, aktualisasi, ibadah, seni, kehormatan, dan pelayanan. Prof. Sri mengingatkan agar para peserta selalu rajin dalam mengemban tugas dan memiliki motivasi mengerjakan pekerjaan dengan baik untuk Tuhan.

Selanjutnya dalam sesi terakhir, Rizal banyak membagikan pengalamannya bekerja di dunia perbankan dan konsultan. Menurutnya seorang pemimpin (leader) haruslah memiliki kerelaan hati (willingness) untuk mau bekerja dan berkolaborasi mencapai misi tim. Misi yang harus dikejar saat ini tidak lain adalah misi Maranatha itu sendiri.

Apa pun hasil dari perubahan ini nantinya, Rizal mengajak seluruh peserta seminar untuk menjaga diri dengan tidak menjauh dari Tuhan. “Apa pun yang Anda inginkan, mari kita tetap profesional dan menyerahkan yang terbaik seperti untuk Tuhan, bukan untuk diri sendiri. Dengan demikian kita akan bekerja dengan efektif untuk mencapai misi dari UK Maranatha bersama dengan yang lain,” tutupnya. (sg/gn)

Upload pada 20 May 2020