Penyakit stroke memang menjadi salah satu penyakit yang dapat terjadi secara mendadak dan juga bersifat mengagetkan atau yang menyerang secara tiba-tiba. Untuk memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai hal itu, komunitas St. Brigitta Gereja Buah Batu menyelenggarakan seminar berjudul “Siaga Stroke” pada hari Sabtu, 31 Agustus 2019 di Gereja Katolik Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria yang berlokasi di Jl. Suryalaya.

Seminar yang diselenggarakan atas dasar inisiatif komunitas ini turut mengundang narasumber dr. Dedeh Supantini, Sp.S., M.Pd.Ked. bersama tim dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha. Melalui seminar yang dibawakan, dr. Dedeh menyatakan bahwa 95% stroke terjadi di luar rumah sakit sehingga orang-orang terdekat menjadi penolong pertama untuk kasus tersebut. Dalam seminar ini, salah satu peserta bertanya, “Apakah semua orang terdekat harus menjadi dokter agar seseorang yang terkena stroke dapat ditolong dari gangguan berat akibat terlambat berobat?”. Menjawab pertanyaan ini, beliau membahas mengenai tanda atau gejala awal stroke, pertolongan pertama yang tepat untuk menanganinya, dan lain sebagainya.

Bertepatan dengan seminar yang diselenggarakan, pengabdian masyarakat juga turut diadakan. Pengabdian masyarakat tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, penghitungan risiko terkena stroke, dan konseling pencegahannya. Sebanyak 130 orang yang hadir dilayani oleh 13 dokter muda mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Dokter yang juga didampingi oleh Dr. dr. Hana Ratnawati, M.Kes., dosen Fakultas Kedokteran UK Maranatha.

Melalui pengabdian masyarakat ini, para peserta dibantu untuk mendeteksi faktor penyebab stroke dan diberikan konseling pencegahan sejak dini. Setiap peserta yang hadir akan diukur risiko terkena stroke dalam lima tahun dengan menggunakan instrumen Stroke Riskometer™.

dr. Dedeh mengatakan, “Memang diketahui bahwa 90% kasus stroke disebabkan oleh adanya faktor risiko yang bisa dicegah”. Dengan mengenali tanda atau gejala awal stroke diharapkan peserta dapat terhindar dari stroke dan menolong orang terdekat yang terkena agar terhindar dari keterlambatan berobat. (ns)

Upload pada 3 September 2019