Menjadi mahasiswa bukan berarti tugasnya hanyalah menimba ilmu. Ilmu yang sudah diperoleh kiranya dapat diaplikasikan di tengah masyarakat, bahkan sejak masih duduk di bangku kuliah. Hal inilah yang ingin diterapkan Lembaga Edukasi Universitas Kristen Maranatha saat menggelar acara Service Learning Festival pada Sabtu, 23 November 2019.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Gedung B ini mengangkat tema “Kontribusi Mahasiswa Universitas Kristen Maranatha dalam Mengatasi Masalah Sosial”. Acara ini diikuti oleh mahasiswa yang mengambil mata kuliah Pendidikan Agama Kristen dan juga Fenomenologi Agama, dengan total peserta berjumlah 900 mahasiswa.

Wakil Rektor I, Olga C. Pattipawaej, Ph.D. mengungkapkan bahwa service learning ini menjadi penting karena mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang mereka dapat diperkuliahan dan juga keterampilannya dalam kehidupan sosial dan membantu masyarakat.

“Hal ini juga terkait dengan salah satu bagian dari tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Lewat pengabdian kepada masyarakat kita akan belajar untuk peka terhadap apa yang ada di tengah masyarakat, selain itu service learning juga meningkatkan tidak hanya spiritual, tetapi juga kepekaan kita terhadap aktivitas sosial dan bermasyarakat. Seperti yang dikatakan Martin Luther King Jr., ‘Everybody can be great, because everybody can serve’, kalau kita mau jadi besar, kita harus mau melayani sesama,” tutur Olga dalam menyambut para mahasiswa yang hadir.

Direktur Kemahasiswaan, Candra Sinuraya, S.E., M.Si. juga berkesempatan untuk menerangkan program kerja Direktorat Kemahasiswaan dalam mengembangkan dan menjalankan fungsi pendidikan tinggi dan tridarma, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang dibuat untuk menerapkan hal tersebut juga disesuaikan dengan bidang ilmu dan unit kegiatan mahasiswa UK Maranatha. Hal ini disalurkan melalui kegiatan Live In dan Desa Binaan yang telah dilakukan di berbagai daerah di provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Fokus kegiatan ini adalah untuk menjawab persoalan yang ada di masyarakat dengan keilmuan yang ada di Maranatha melalui service learning. Pihak Direktorat Kemahasiswaan juga turut mendorong para mahasiswa untuk mengikuti program ini.

Para peserta kegiatan ini sebelumnya telah melakukan penelitian mengenai permasalahan di masyarakat untuk dipecahkan sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing. Empat grup yang dinobatkan sebagai The Best Paper pun berkesempatan untuk mempresentasikan materi mereka di depan peserta lain.

Setelah persentasi dan melalui proses penilaian final, maka terpilihlah satu grup yang memenangkan gelar Juara I. Mereka adalah kelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran yang beranggotakan Hong Cindy Angela (1910091), Katrine J. Hotty (1910092), Kathrine Marcella (1910093), Jennifer Kathleen (191004), dan Wendika Tita Sinuhaji (1910095). Dengan membawakan materi “The Noiselss Killer: Mengorbankan Tubuh untuk Hidup”, mereka berhasil meraih kemenangan dengan skor 354.

“Acara Service Learning Festival diadakan agar mahasiswa dapat membuka wawasan mereka untuk berperan mengatasi masalah sosial di masyarakat. Jadi dengan segala upaya yang dilakukan tadi, mereka menjadi tahu bagaimana menempatkan diri mereka sebagai mahasiswa Maranatha di dalam masyarakat dengan berbagai masalahnya,” jelas Dr. dr. Diana K. Jasaputra, M.Kes. selaku Ketua Lembaga Edukasi UK Maranatha. “Itu semua diharapkan juga dapat membentuk karakter mereka, sehingga mereka menjadi orang yang berkarakter, punya core value NHK-ICE, sehingga mereka bisa membangun masyarakat. Generasi muda ini perlu benar-benar diperhatikan. Bila generasi ini dapat kita bina dengan baik, maka mereka akan menjadi generasi bangsa Indonesia yang unggul,” tutupnya. (gn)

Upload pada 25 November 2019