Sebagai salah satu upaya untuk memberikan edukasi dan mengatasi pandemi Covid-19, Fakultas Kedokteran (FK) dan Forum Guru Besar (FGB) Universitas Kristen Maranatha menggelar Seminar Daring Nasional pada Sabtu, 20 Februari 2021. Seminar Nasional yang dilakukan melalui platform Zoom bertema “Penanganan Covid-19 dengan Protokol Kesehatan, Vaksinasi, dan Terapi Plasma Konvalesen”. Ada sekitar 700 peserta yang mengikuti seminar, diantaranya mahasiswa dan dosen FK UK Maranatha, tenaga medis yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, serta masyarakat umum.

Seminar ini menghadirkan pembicara tingkat nasional yang juga memiliki reputasi di dunia internasional, yaitu Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. dr. Kusnandi Rusmil, Sp.A(K), M.M.; Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional, Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting S., Sp.P(K)., FCCP.; Dosen FK UK Maranatha sekaligus Pelopor Terapi Plasma Konvalesen (TPK), Dr. dr. Theresia Monica Rahardjo, Sp.An., KIC., M.Si., MARS.; Deputy Director for Translational Research, Eijkman Institute for Molecular Biology, Prof. David Handojo Muljono, M.D., Sp.PD., FINASIM., FAAASLD., Ph.D.; dan Ketua Bidang Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso.

Membahas mengenai penanganan Covid-19 dengan vaksin di Indonesia, Prof. Kusnandi mengungkapkan bahwa obat untuk menyembuhkan penyakit ini masih belum ditemukan, sehingga vaksin menjadi alternatif yang perlu kita lakukan untuk melawannya. Vaksin sendiri merupakan produk biologis untuk mencegah penyakit yang berisi antigen penyakit yang sudah dilemahkan, atau dalam kasus Covid-19 telah dimatikan, guna menghindarkan orang atau sekelompok orang dari penyakit tertentu. Tujuan akhirnya adalah eradikasi atau pemusnahan total penyakit tertentu di dunia, seperti vaksinasi cacar.

“Tidak ada obat antivirus atau vaksin khusus untuk melawan SARS-CoV-2 yang baru muncul saat ini. Oleh karena itu, urgensi pengembangan vaksin menjadi sangat penting untuk menekan pandemi dan mencegah wabah virus baru,” ujarnya. Ia pun menjelaskan bagaimana proses pembuatan dan uji klinis fase III vaksin Sinovac di Indonesia, kerja sama antara Biofarma, Sinovac, Universitas Padjadjaran, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Prof. drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D., yang juga hadir dalam acara ini menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah kasus aktif Covid-19 di Indonesia masih belum bisa ditekan dengan sempurna. Prof. Wiku dalam sambutannya berharap seminar ini dapat menjadi media promosi kesehatan dengan mengikuti protokol yang ada dan membawa titik terang sebagai upaya perlindungan dari infeksi Covid-19. Ia juga mengharapkan melalui terapi plasma konvalesen (TPK) bisa menjadi salah satu jalan menuju kesembuhan.

“Tidak ada satu bagian pun yang bisa mencegah secara total Covid ini, tetapi kalau kita memiliki seluruh lapisan perlindungan seperti 3M, 3T, termasuk vaksin dan TPK, maka semoga masyarakat Indonesia secara keseluruhan dapat terlindung dari Covid ini,” ujarnya

Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU, mengapresiasi inisiatif dari FK UK Maranatha dan FGB untuk menyelenggarakan seminar nasional. “Ini adalah seminar yang penting karena sebagai masyarakat yang awam tentang kesehatan, kita perlu tahu dan semakin waspada dalam menghadapi pandemi ini. Tentu tidak perlu cemas, tetapi selalu menjaga kesehatan, bersyukur, dan berkarya, serta tidak lupa bersukacita,” ucap Prof. Sri. (sg/gn)

 

Foto: dok. Fakultas Kedokteran UK Maranatha via Zoom

Upload pada 23 February 2021