Setiap orang tua tentunya mengharapkan masa depan yang lebih cerah bagi buah hatinya. Perencanaan pendidikan yang baik dan benar bagi anak kemudian menjadi penting untuk diketahui bagi setiap orang tua. Hal ini kemudian mendorong Yayasan Sekolah Kristen Baptis bersama dengan Program Sarjana Manajemen, Fakultas Bisnis Universitas Kristen Maranatha menyelenggarakan dua kegiatan webinar pada tanggal 29 Mei dan 19 Juni 2021. Webinar ini berlangsung secara virtual melalui Zoom, diikuti oleh tenaga pendidik TK-SD-SMP Kristen Baptis Bandung dan orang tua atau wali murid. Materi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini diberikan oleh dua dosen tetap dari Program Sarjana Manajemen dengan tema “Keahlian Dasar bagi Orang Tua dalam Pendidikan Anak”.

Materi pertama disampaikan oleh Sri Zaniarti, S.E., M.M., CFP. bertema “Perencanaan Keuangan Keluarga bagi Pendidikan Anak”. Sedangkan materi kedua disampaikan oleh Rusli Ginting Munthe, S.E., S.Psi., M.B.A., M.M. bertema “Mengenal Gaya Belajar Anak”.

Sri mengartikan perencanaan keuangan sebagai tujuan hidup yang berbeda bagi setiap keluarga ataupun individu. Perencanaan keuangan kemudian menjadi penting ketika kita memiliki mimpi yang ingin diraih, baik itu pensiun dengan hidup nyaman, memiliki rumah, jalan-jalan ke luar negeri, ataupun memberikan pendidikan terbaik bagi anak. “Satu hal yang saya ingat dari orang tua saya adalah ketika mama mengatakan bahwa kami tidak boleh mengharapkan warisan dari orang tua, karena warisan tersebut telah diberikan melalui pendidikan yang kami dapatkan. Jadi, kami harus mencari penghasilan sendiri untuk hidup. Dari situ saya banyak belajar untuk melakukan perencanaan keuangan, karena ada banyak yang saya impikan,” jelas Sri. 

Sri menyampaikan bahwa hal pertama yang perlu diperhatikan dalam perencanaan keuangan adalah melakukan pencatatan. Langkah selanjutnya adalah dengan menetapkan tujuan yang spesifik, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat alternatif, melaksanakan rencana, dan terakhir memonitornya. Sri kemudian membantu para orang tua dengan memberikan contoh laporan neraca, dan arus kas sederhana, serta memberikan simulasi kebutuhan dana pendidikan.

Pada webinar kedua, Rusli menyebutkan bahwa kualitas hubungan orang tua dan anak yang ideal tentunya diharapkan terjadi dalam sebuah keluarga. “Ideal yang dimaksud adalah ketika orang tua berusaha menjadi orang yang bernilai bagi anak-anaknya dengan menerima setiap keunikan yang dimiliki, dan anak-anak melalui kehadiran orang tua merasa menjadi orang yang bernilai,” ungkap Rusli.

Rusli mengatakan, mengetahui gaya belajar anak menjadi salah satu cara untuk mencapai kondisi ideal tersebut. Rusli mendefinisikan gaya belajar sebagai suatu cara atau strategi yang dilakukan anak untuk menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, serta memecahkan soal pada proses pembelajaran secara menyenangkan dan hasilnya memuaskan. Rusli kemudian mengajak guru dan orang tua untuk lebih mengenali bagaimana gaya belajar anak dan penyesuaian strategi belajar yang tepat. Anak dengan gaya belajar konkret perlu memperbanyak praktik dan pengalaman secara langsung, sedangkan gaya belajar abstrak bisa dengan lebih banyak membaca buku dan mengerjakan soal latihan.

“Kita semua memiliki talenta yang berbeda satu sama lain, dan kita semua seharusnya memiliki kesempatan yang sama untuk dapat mengembangkan talenta kita masing-masing,” pesan Rusli. (sg/gn)

 

Foto: dok. Panitia PKM Program Sarjana Manajemen

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 8 July 2021