Program Sarjana Desain Interior Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan PT Tangkas Cipta Optimal (TACO) menyelenggarakan webinar bertajuk “The Secret in Designing a Government Project”. Webinar yang diselenggarakan pada Kamis, 28 Mei 2020 ini menghadirkan Rohadi Sumardi, M.Sn. yang merupakan Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) sebagai pembicara.

Webinar ini juga dihadiri Ketua HDII Jawa Barat, Detty Fitriany dan perwakilan Bengkel Rumah. Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain, Irena Vanessa Gunawan, S.T., M.Com. berterima kasih kepada TACO karena hanya sedikit industri yang punya komitmen untuk mendukung pendidikan. “Sampai hari ini walaupun kita di tengah masa pandemi Covid-19, kegiatan tetap berjalan dalam bentuk webinar,” ucapnya. Irena juga menambahkan, “Pa Rohadi ini saya percaya adalah Ketua HDII yang membawa HDII ke era yang baru dan maju sehingga profesi desainer interior di Indonesia itu bisa makin setara dengan profesi desain interior di luar negeri”.

Topik mengenai proyek pemerintah ini menurut Irena masih banyak yang belum mengetahui seperti apa dan bagaimana menjalaninya. Padahal hal ini akan berguna jika nanti suatu saat mahasiswa mau terjun ke sana. “Jika kita mau terjun ke sana, kita perlu keeratan dengan HDII karena itu akan membuka jalan untuk regulasi dan segala halnya yang membuat kita ini menjadi konsultan atau kontraktor yang bisa memenuhi syarat untuk melaksanakan tender proyek kepemerintahan,” tambahnya.

Dalam pemberian materinya Rohadi menjelaskan, seorang desainer interior juga memerlukan Sertifikat Keahlian Anggota (SKA) yang dikeluarkan HDII dan juga memahami kode etik yang ada di dalamnya. Mereka juga dituntut untuk memiliki skill, knowledge, attitude. Rohadi mengajak mahasiswa untuk bergabung dalam HDII untuk membesarkan profesi desainer interior Indonesia.

Rohadi menjelaskan jika proyek swasta terhambat di masa pandemi ini, proyek pemerintah akan terus berjalan karena sudah memiliki target. Ia pun menjelaskan tahapan yang ada dalam pengerjaan proyek pemerintah. Proyek yang dikerjakan biasanya akan memerlukan sinergi keilmuan dari berbagai disiplin ilmu.

Selanjutnya, ia memberikan contoh proyek pemerintah yang sedang dikerjakan, yaitu perancangan pengerjaan Terminal 4 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta yang rencananya akan diresmikan pada tahun 2022. Terminal ini dirancang memiliki life time hingga 40 tahun ke depan secara fisik ataupun teknologi yang masih bisa digunakan. Masa pandemi juga berpengaruh pada desain bandara, seperti munculnya pemikiran penggunaan teknologi yang dapat meminimalkan pelayanan dengan sistem manual dan mengutamakan passenger experience.

Untuk mengambil proyek pemerintah atau proyek besar lainnya, lulusan desain interior perlu mengumpulkan referensi dan pengalaman kolaborasi dengan orang lain. “Dari situ kita akan tahu persyaratan untuk mengambil proyek. Dimulai dengan mengambil proyek swasta dulu, baru kita mengerjakan proyek pemerintah,” tambahnya. Bagi orang-orang yang bekerja dalam bidang perencanaan, berkolaborasi merupakan hal yang penting.

Untuk itu, Rohadi menegaskan pada peserta bahwa tugas yang diberikan oleh dosen harus dianggap sebagai pembelajaran. Semua yang diberikan di kampus akan terpakai di dunia profesi. “Intinya yang sedang dilakukan itu adalah pengembangan-pengembangan mahasiswa untuk menerapkan ilmunya dalam dunia profesi,” tuturnya. Rohadi mengatakan, metodologi yang didapat saat kuliah nantinya akan digabungkan dan berkolaborasi dengan disiplin ilmu yang lain. (gn)

Upload pada 2 June 2020