Berkembang pesatnya teknologi kedokteran telah melahirkan fenomena dokter online, perawat virtual, hingga penggunaan robotika dan artificial intelligence (AI). Sejarah mencatat, perkembangan keilmuan dan teknologi kedokteran pada umumnya menimbulkan permasalahan etik baru yang menuntut adanya sikap-sikap baru untuk mengimbanginya. Topik mengenai etika kedokteran dan artificial intelligence (kecerdasan buatan) yang dibawakan oleh dr. Tammy J. Siarif, S.H., M.Kes. ini menjadi materi pembuka simposium dalam rangkaian acara Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Perhimpunan Dokter Umum Indonesia (PDUI), 19-21 Juli 2019, di kampus Universitas Kristen Maranatha, Bandung.

Rangkaian acara resmi dibuka oleh dr. Hj. Alma Luchyati, M.Kes., M.Si., M.H.Kes., Dewan Pembina PDUI Cabang Jawa Barat, Sabtu (20/7). Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar yang diwakili oleh dr. H. Mahdar Solihin, S.H., Adv. dalam sambutannya menyampaikan, “Dunia kedokteran mengalami perubahan yang begitu cepat. Perkembangan keilmuannya begitu pesat sehingga sulit diikuti. Beruntunglah kita semua teman sejawat dapat mengikuti PIT PDUI ini.”

“Kegiatan ini merupakan komitmen PDUI untuk meningkatkan kompetensi akademik dan administratif para anggota dan seluruh peserta,” jelas dr. Dani, M.Kes., dosen Fakultas Kedokteran UK Maranatha selaku ketua panitia. “PIT PDUI 2019 ini merupakan PIT kelima yang diselenggarakan oleh PDUI Jabar. Tema tahun ini adalah Updates and Clinical Assessment for Infection, Degenerative and Metabolic Syndrome in Daily Practice, terdiri dari kegiatan workshop dan simposium,” jelasnya.

Sekretaris Umum PDUI Jabar, dr. Eka Sinatria Prabawa, AIFO-K., M.M. menjelaskan bahwa kegiatan ini berkolaborasi dengan lima fakultas kedokteran di Jawa Barat, yaitu Fakultas Kedokteran Unpad, Unjani, Unswagati, Unisba, dan UK Maranatha selaku tuan rumah. “Kolaborasi ini untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan, tidak hanya sejawat dokter umum, tapi juga adik-adik dokter muda dan mahasiswa kedokteran,” jelasnya. “Harapannya, setiap alumni FK di Jabar dapat meningkatkan rasa tanggung jawab dan dedikasi dalam melaksanakan tugasnya sebagai dokter layanan primer, baik itu di puskesmas, klinik, ataupun dokter praktik mandiri, sesuai SKDI 2012,” lanjutnya.

Pada hari pertama simposium bertema Update Knowledge about Viral Infections and Emergency Affairs in Daily Practice, dibahas masalah etika dan hukum yang dihadapi dokter umum; update penyakit yang disebabkan oleh virus seperti ISPA, ILI, termasuk chickenpox dan monkeypox; medical traveller; juga gangguan psikologis pada remaja usia produktif. Simposium hari kedua, Minggu (21/7) bertema Clinical Assessment for Degenerative and Metabolic Syndrome in Daily Practice, membahas penyakit degeneratif yang banyak diderita masyarakat Indonesia seperti penyakit darah tinggi, diabetes, gangguan pembuluh darah pada jantung, nyeri pada persendian, dan masalah cedera pada saat aktivitas olah raga. “Materi-materi yang dibahas adalah tren masalah kesehatan yang sedang meningkat belakangan ini,” tutup dr. Eka. (ins)

Upload pada 20 July 2019