Perpustakaan Pusat Univeritas Kristen Maranatha menjalani proses akreditasi untuk pertama kalinya. Proses akreditasi yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2020 ini juga termasuk dalam program hibah Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Provinsi Jawa Barat.

Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Pusat, Heriyanto, S.S., M.I.Kom., Dispusipda telah mengalokasikan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2019 – 2020 untuk 900 perpustakaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di Jawa Barat, terdapat 100 institusi yang terdiri dari perpustakaan sekolah, perguruan tinggi, hingga instansi pemerintah yang mendapatkan program hibah ini. Dalam kesempatan yang tidak dibuka secara umum ini, Universitas Kristen Maranatha cukup beruntung karena menjadi salah satu universitas yang perpustakaannya didorong untuk melakukan akreditasi perpustakaan dan difasilitasi dengan anggaran APBN tersebut.

Pembukaan proses akreditasi dilakukan di Ruang Integrity, Gedung Administrasi Pusat lantai 6 dengan turut dihadiri oleh Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D. beserta jajaran, Anggota Pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Kristen Maranatha (YPTKM), Handy Juliawan; Kepala Badan Penjaminan Mutu, Joni, S.E., M.Si., Ak., Ph.D.; Direktur Akademik, Tiur Gantini, S.T., M.T. beserta jajaran, Kepala Unit Pelaksana Teknis Perpustakaan Pusat, Heriyanto, S.S., M.I.Kom. beserta jajaran; serta Kepala Sekretariat Universitas, Mimi Nofia Suteja, S.S., M.M.

Tim akreditasi yang hadir untuk melakukan asesmen terdiri dari dua asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Drs. Supriyanto, M.Si. dan Anggun Kusumah Tri Utami, S.IPI. Staf Dispusipda Jabar yang turut mendampingi para asesor terdiri dari Fia Rufiatika, S.E.; Dra. Siti Mulyani; dan Drs. Muchamad Zafar Ali.

Setelah menyelesaikan proses asesmen yang dilakukan di Perpustakaan Pusat, Grha Widya Maranatha lantai 6 dan 7, Heriyanto mengungkapkan rasa syukurnya untuk proses akreditasi yang berjalan dengan baik. “Hasil asesmen hari ini akan dibawa para asesor pada rapat yang akan diadakan di kantor pusat dua minggu mendatang. Setelah itu, baru kita akan mendapatkan hasilnya,” jelas Heriyanto. (gn)

Upload pada 10 March 2020