Perpustakaan Pusat Universitas Kristen Maranatha menerima kedatangan dua asesor dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada hari Kamis, 10 Juni 2021, Dra. R. Dewi Sundari dan Indah Mindhar Winanti, S.Sos. Kunjungan tersebut dilakukan  dalam rangka tugas pengawasan atau surveillance terhadap Perpustakaan Pusat UK Maranatha. Kegiatan surveillance berlangsung di Ruang Audiovisual Perpustakaan Pusat, Grha Widya Maranatha (GWM) lantai 7.

Kedua asesor disambut oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Ir. Olga Catherina Pattipawaej, M.S., Ph.D., dan Ketua UPT Perpustakaan, Heriyanto, S.S., M.I.Kom., didampingi staf Pustakawan UK Maranatha. Heriyanto menyebutkan bahwa surveillance ini dilakukan oleh Perpustakaan Nasional dengan tujuan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap perpustakaan di Indonesia, termasuk Perpustakaan Pusat UK Maranatha yang telah memperoleh akreditasi A sejak tahun 2020.

Baca juga: Raih Akreditasi A, Perpustakaan Maranatha Akan Terus Mempertahankan Layanan Terbaik bagi Civitas Academica

“Ini adalah pelaksanaan amanat undang-undang yang diatur di dalam Perpustakaan Nasional untuk memantau secara berkala, apakah perpustakaan tetap menjaga kualitasnya dan berusaha meningkatkan performanya setelah terakreditasi. Kita berharap melalui akreditasi ini kita bisa menunjukan bahwa institusi UK Maranatha memiliki komitmen untuk memberikan fasilitas terbaik, salah satunya melalui pelayanan perpustakaan bagi mahasiswa dan dosen,” jelas Heriyanto.

Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai kondisi terbaru dari perpustakaan UK Maranatha oleh Wawan Darmawan, S.Sos., M.I.Kom. Wawan menyebutkan, UK Maranatha telah melakukan sejumlah penyesuaian untuk mengikuti prosedur kesehatan yang ditetapkan selama masa pandemi. Salah satunya dengan melakukan pelayanan peminjaman dan pengembalian buku secara online, rutin melakukan webinar kelas literasi, serta pengecekan Turnitin secara online.

“Sarana dan prasarana di perpustakaan juga ditingkatkan dengan menyediakan hand sanitizer pada titik-titik tertentu, pengecekan suhu di pintu masuk, hingga mengatur susunan meja dan kursi yang berjarak,” jelas Wawan. Selain itu, selama tahun 2020-2021 Perpustakaan Pusat Maranatha telah menambah koleksinya sekitar 1.400 buku dan juga menambah tiga orang pustakawan bersertifikasi.

Para asesor ini melakukan pengawasan terhadap enam komponen yang ada dalam instrumen borang akreditasi perpustakaan, yakni koleksi, sarana prasarana, pelayanan, sumber daya manusia (SDM), manajemen, dan penguatan. Hasil dari pengawasan ini menunjukkan bahwa Perpustakaan UK Maranatha telah mengalami peningkatan setelah akreditasi, meskipun dalam masa pandemi.

Olga mensyukuri hasil dari surveillance perpustakaan ini dan mengatakan ini adalah berita yang sangat baik dan positif bagi civitas UK Maranatha. “Namun, perlu diingat bahwa ini bukan akhir cerita. Tahun depan saat surveillance lagi, kita harus terus meningkatkan hasil ini. Tugas ke depannya adalah penyesuaian dengan kemajuan zaman yang serba online, perlu untuk segera merealisasikan digital library, dan meningkatkan pelayanan melalui media sosial.  Saya yakin dengan perpustakaan Maranatha, melihat dari kesolidan dan rasa kekeluargaan yang dimiliki,” ucap Olga. (sg/gn)

 

Foto: dok. Bidang Media dan Komunikasi Universitas

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 22 June 2021