Bagi sebagian orang, bahasa Mandarin adalah bahasa yang sangat sulit dan rumit untuk dipelajari. Akan tetapi, banyak metode yang menyenangkan dan bisa diterapkan dalam pembelajaran bahasa Mandarin itu sendiri, contohnya dengan cara menonton film dan televisi. Melalui lomba Voice of Confucius Institute (CI) 2020 “Kongyuan Hao Shengyin” yang diselenggarakan pada 16 November 2020 – 19 Desember 2020, Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Kristen Maranatha mengajak masyarakat Indonesia untuk belajar bahasa Mandarin dengan metode yang berbeda dan menyenangkan.

Lomba Voice of CI terbagi menjadi dua jenis lomba, yaitu lomba menyanyi soundtrack film Mandarin dan dubbing film Mandarin, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan umum. Sebanyak 375 peserta yang berasal dari Kota Bandung, Jakarta, Surabaya, Medan, Pontianak, dan berbagai kota lainnya antusias mengikuti perlombaan. Antusiasme tersebut tercermin dari karya para peserta yang terekam dalam video. Selain penampilan peserta dalam menyanyikan lagu atau dubbing, berbagai penampilan, seperti kostum, properti, alat peraga, dan aspek lainnya turut dipersiapkan oleh para peserta.

Direktur PBM Tiongkok, Wang Jun dalam sambutannya menjelaskan bahwa film mencerminkan sejarah dan budaya, pandangan orang Tionghoa tentang nilai-nilai kehidupan, serta mengandung rasa estetika nilai Tiongkok. “Dengan menonton film dan TV, para peserta tidak hanya bisa menghargai seni, tetapi juga belajar bahasa Mandarin, memahami budaya Tiongkok, dan belajar dengan senang hati,” tutur Wang.

Perlombaan Voice of CI dan semangat para peserta turut diapresiasi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kemitraan UK Maranatha, Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T. “Semangat para peserta mengikuti kompetisi di tengah dahsyatnya pandemi Covid-19 menunjukkan mentalitas juara yang tidak mau menyerah dengan keadaan yang serba sulit,” ucapnya. Krismanto berharap agar kegiatan ini bisa menjadi sebuah momentum untuk mengakhiri tahun 2020 dengan penuh semangat, kasih, dan persahabatan. “Dalam sebuah perlombaan tentu ada yang menang maupun kalah, tetapi kesediaan para peserta dalam berkompetisi di tengah pandemi sudah menjadikan mereka seorang juara,” tuturnya.

Perlombaan Voice of CI ditutup dalam puncak acara yang diselenggarakan pada Sabtu, 19 Desember 2020 melalui platform Zoom. Dalam kesempatan tersebut, panitia mengumumkan para pemenang lomba, Juara Favorit, dan Juara Berbakat. Juara I lomba menyanyi kategori SD diraih oleh siswi Sekolah Harapan Kasih, Gwendalyn Yuktipada; kategori SMP/SMA diraih oleh siswi Sekolah Maitreyawira Palembang, Maureen Natalia Chang; sedangkan kategori perguruan tinggi/umum diraih oleh mahasiswi Fujian Normal Univeristy, Sharlene Jessenia. Sementara itu, Juara I lomba dubbing film kategori SD diraih oleh siswi Sekolah Harapan Kasih, Gwendalyn Yuktipada; kategori SMP/SMA diraih oleh siswa SMA Bintang Mulia, Christopher Emmanuel;  dan perguruan tinggi/umum diraih oleh alumnus Program Sarjana Sastra China UK Maranatha, Marius. Panitia juga mengumumkan lembaga pendidikan dengan jumlah peserta terbanyak yang telah mengikuti perlombaan ini, yaitu SDK Trimulia HITS, SMP Atisa Dipamkara, dan SMA Nurul Jadid.

Perlombaan ini juga turut mengundang Associate Professor of Hebei Normal University, Weihong Zhou, Ph.D. dan artis lagu bahasa Mandarin, Icun Lin sebagai juri tamu. Sementara itu, beberapa dosen asing dari PBM UK Maranatha, dosen dari Program Sarjana Sastra Mandarin, dan dosen dari Program Diploma Bahasa Mandarin UK Maranatha juga terlibat sebagai juri dalam perlombaan ini.

Tahun 2020 merupakan tahun yang menandai peringatan 70 tahun pembentukan hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Indonesia. Wang Jun menjelaskan, ke depannya hubungan kedua negara akan semakin tingi dan luas. “Kami harap semakin banyak anak muda dari Tiongkok dan Indonesia bisa menjadi duta pertukaran persahabatan bagi kedua negara,” harap Wang. PBM juga berharap dapat menyediakan platform bagi siswa dan masyarakat Indonesia untuk menunjukkan bakat dan prestasi dalam bahasa Mandarin, merangsang minat belajar bahasa Mandarin, serta memiliki pemahaman yang lebih tentang budaya Tionghoa. (ns/gn)

Foto: dok. Pusat Bahasa Mandarin UK Maranatha via Zoom

Upload pada 19 December 2020