Menempuh pendidikan kedokteran banyak yang bilang tidak mudah. Selain biaya yang dikeluarkan cukup menguras, juga waktu menempuh pendidikan ini cukup panjang. Pada dasarnya, seorang calon dokter umum harus menempuh kuliah pendidikan dokter selama empat tahun untuk mendapat gelar sarjana kedokteran (S.Ked.).

Setelah meraih gelar sarjananya, seorang calon dokter akan mengambil program profesi dokter dan menjalani kegiatan co-ass selama dua tahun. Baru setelah itu seorang dokter muda akan mengambil janji/sumpah yang pada akhirnya gelar dokter sah disematkan di depan nama mereka. Perjalanan yang dilalui tidaklah mudah, setiap ujian dilewati seakan mempertanyakan apakah jurusan ini memang takdir atau ternyata pilihan yang salah.

Dalam Pengambilan Janji/Sumpah Dokter yang diadakan di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A. pada 18 April 2018, dr. Lusiana Darsono, M.Kes., Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, mengibaratkan para dokter muda sebagai kupu-kupu dalam kepompong. “Semua ada waktunya, lakukan semua hal baik sesuai dengan kompetensi kalian. Karena perjuangan yang kalian raih sampai saat ini adalah perjuangan yang berat dan gelar yang telah diraih jangan disia-siakan,” tutup dr. Lusiana dalam sambutannya untuk para dokter muda.

Pada kegiatan ini sebanyak 81 orang dokter muda diambil janji/sumpahnya. Mengakhiri rangkaian acara, dr. Albert, salah satu dokter muda sekaligus ketua acara kegiatan mengungkapkan perasaannya selama menjalani kehidupan pendidikan kedokteran. “Saya mengambil ilustrasi sebagai seseorang yang mendaki gunung. Persiapan yang dilakukan ada yang sebulan, tiga bulan, bahkan setahun sebelumnya. Tujuannya hanya satu, yaitu menuju puncak gunung. Namun, setelah berada di puncak kita harus memikirkan bagaimana menuruni gunung tersebut.”

Selain pengambilan sumpah dokter, hal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah kegiatan ini pertama kali dilaksanakan di auditorium. Video kenangan kebersamaan selama masa co-ass juga dipersembahkan oleh panitia kepada rekan-rekan sejawat. Kebersamaan yang telah dilewati bersama, mungkin tidak dapat diulangi kembali. Tetapi kegiatan yang dilakukan sebagai perpisahan ini sekaligus dilaksanakan agar semuanya dapat dikenang. Hidup sebagai dokter adalah perjuangan bersama! (pm)

Upload pada 18 April 2018