Mengikuti kompetisi Lomba Perancang Mode (LPM) Menswear adalah impian Matias Abednego semenjak ia menjadi volunteer pada Jakarta Fashion Week (JFW) tahun lalu. Sejak berhasil menyelesaikan seluruh persyaratan yang dibutuhkan pada akhir Agustus 2019, Matias terus melangkah hingga berhasil masuk ke dalam 10 besar finalis LPM Menswear 2019. Enam busananya pun melenggang di panggung peragaan final pada 22 Oktober 2019 di JFW Tent, Senayan City, Jakarta. Matias merupakan alumnus Program Diploma Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha angkatan 2015.

Setelah diumumkan bahwa Matias berhasil melaju ke tahap semifinal 20 finalis, ia kemudian mengikuti babak selanjutnya dengan mempresentasikan dua karya busana jadi di hadapan para juri pada tanggal 19 September 2019 di Senayan City, Jakarta. Presentasi dari busana Matias pun berhasil membawanya masuk menjadi 10 finalis LPM Menswear 2019. Namun ia mengatakan bahwa memang ada beberapa hal dari sketsanya yang harus diubah supaya sesuai dengan tema. Enam hasil karya busana jadinya kemudian dinilai kembali dan dipamerkan pada tanggal 21 Oktober 2019 dan ditampilkan di pagelaran final pada keesokan harinya.

Pada sebuah kesempatan wawancara, Matias mengatakan kendala mengikuti kompetisi ini adalah ia mengerjakan sendiri seluruh pola sketsa hingga proses menjahit busana. Ia mengakui bahwa hal ini dilakukan untuk menghemat anggaran. Namun baginya hal ini tidak mematahkan semangat untuk terus berjuang memberikan hasil terbaik.

Pada kompetisi ini, Matias mengangkat konsep berjudul “Kehilangan Arah”. Judul ini diilhami dari kisah tentang asal-usul shio, ketika manusia belum mengenal pembagian waktu. Menurutnya kehilangan arah merupakan representasi dari salah satu kehidupan manusia, yaitu fase titik terendah ketika manusia tidak tahu harus kemana dan siapa dirinya. “Ini adalah fase pencarian jati diri. Kita berada di titik terlemah kita, tetapi bangkit menguasai titik terlemah itu dan menjadikan kekuatan untuk kita berdiri,” tuturnya.

Walaupun Matias tidak berhasil meraih juara, ia sangat senang dengan pencapaian yang telah diraihnya. Melalui kompetisi ini ia mampu berkenalan dengan banyak orang baru dan bisa mendapatkan banyak sekali pengetahuan mengenai fashion dengan berbagi informasi dan melihat hasil karya para peserta dan pemenang. “Biasanya saya kan hanya membuat baju sesuai keinginan klien. Keikutsertaan saya dan berhasil masuk 10 besar LPM Menswear adalah achievement terbesar yang pernah diraih hingga saat ini,” katanya. Mengikuti kompetisi seperti ini bagi Matias secara pribadi telah membuka jalan baginya untuk meraih targetnya, yaitu memiliki label sendiri.

Ia juga menyampaikan pesan bagi adik-adik angkatannya yang ingin mengikuti kompetisi fashion seperti ini. “Harus ikut, at least apply saja dulu. Jangan merasa kecil hati, minder, atau berpikir tidak akan berhasil. Terpenting adalah mencoba dulu semaksimal mungkin dan ambil ilmu, pengalaman dalam berbagai hal,” ujarnya dengan rendah hati. (sg)

Upload pada 31 October 2019