Program Sarjana Sastra Jepang Universitas Kristen Maranatha melaksanakan webinar yang berjudul “Peranan Tokoh-Tokoh Kristen dalam Proses Modernisasi Masyarakat Jepang”. Webinar yang dilaksanakan pada hari Jumat, 6 November 2020 melalui platform Zoom ini diikuti oleh dosen, mahasiswa Program Sarjana Sastra Jepang, dan juga mahasiswa dari program studi lainnya.

Dekan Fakultas Bahasa dan Budaya UK Maranatha, Anton Sutandio, S.S., M.Hum., Ph.D. juga turut memberikan sambutan dalam webinar ini. “Semoga webinar ini memberikan pengetahuan lebih mengenai bagaimana Jepang memodernisasi masyarakatnya,” ujar Anton.

Materi webinar ini disampaikan oleh dosen Program Studi Kajian Wilayah Jepang Universitas Indonesia, Susan Ong, Ph.D. Susan menjelaskan mengenai peran tokoh-tokoh Kristen Jepang dalam bidang pendidikan formal, pendidikan karakter, pembangunan ekonomi, dan bidang sosial.

Ia menyebutkan bahwa masuknya agama Kristen ke negara Jepang berawal dari kedatangan misionaris Amerika pada pertengahan sampai akhir abad 19. Kedatangan misionaris Amerika tersebut bertujuan untuk meminimalisir dampak negatif dari industrialisasi dan urbanisasi melalui intervensi berdasarkan semangat Kristen. “Ajaran Kristen tidak hanya berhenti di dalam gereja, tetapi diwujudkan dalam masyarakat dalam bentuk gerakan sosial,” jelas Susan.

Susan selanjutnya menjelaskan sejumlah tokoh kristen Jepang yang berkontribusi dalam bidang pendidikan formal, seperti Niijima Jo dan Naruse Jinzo. Niijima, atau yang dikenal dengan Joseph Hardy Neejima, adalah tokoh yang berperan dalam mendirikan sekolah Kristen Doshisha (sekarang Universitas Doshisha). Naruse juga turut andil dalam mendirikan Japan’s Women University, sekolah yang ditujukan untuk memajukan pendidikan kaum perempuan Jepang.

Sementara dalam perkembangan pendidikan karakter, terdapat tiga tokoh yang memiliki peran penting. Pertama adalah Hani Motoko, seorang yang aktif memberikan sosialisasi tentang pola hidup rasional, seperti budaya berhemat. Kedua adalah Yoshino Sakuzo, pencetus ide demokrasi ala Jepang yang juga proaktif berkampanye tentang pola hidup modern.

Tokoh terakhir yang berperan dalam pendidikan karakter Jepang, yaitu Nanbaru Shigeru. Ia adalah tokoh utama dalam reformasi pendidikan dan revisi undang-undang pendidikan di Jepang sesudah kekalahan dalam Perang Dunia II.

Beberapa tokoh Jepang berperan dalam perkembangan ekonomi, salah satunya adalah Hatano Tsurukichi. Hatano membangun usaha industri pemintalan benang sutra untuk memperbaiki ekonomi. Tak hanya itu, Hatano juga membantu meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas karyawan di Jepang melalui pendidikan dan pelatihan kerja yang dibentuknya.

Susan lalu menjelaskan tokoh Kristen Jepang lain yang mempunyai andil dalam bidang sosial, salah satunya Suzuki Bunji. “Suzuki Bunji merupakan seorang wartawan yang meliput kehidupan warga urban miskin. Dari situ, ia mendirikan perkumpulan buruh yuaikai pada tahun 1912. Suzuki juga berusaha melakukan sosialisasi tentang pola hidup sehat dan pentingnya solidaritas dalam meningkatkan daya tawar buruh,” ucap Susan. (eg/sg)

 

Foto: dok. Program Sarjana Sastra Jepang UK Maranatha via Zoom

 

Upload pada 17 November 2020