Program Sarjana Arsitektur, Universitas Kristen Maranatha berkolaborasi bersama dengan School of Architecture and Civil Engineering, Xiamen University, Tiongkok untuk menggelar webinar bertajuk People to People Cultural Exchange South China –  Indonesia. Acara yang digelar selama dua hari dan berlangsung melalui platform Zoom dengan melibatkan pembicara dan peserta dari dua negara, Indonesia dan Tiongkok.

Direktur Kemitraan, Inovasi, dan Kewirausahaan, Agung Tyastuti Dinar K. S. H. Y., S.H. yang ikut dalam kepanitiaan mengungkapkan, acara ini merupakan salah satu perwujudan kerja sama yang dilakukan antara UK Maranatha dan Xiamen University. Selain itu, melalui acara ini para peserta bisa mendapatkan pengetahuan yang mendalam mengenai sejarah arsitektur sekaligus mengadakan pertukaran budaya antara Tiongkok Selatan dan Indonesia.

Pada sesi hari pertama yang digelar pada 15 Juli 2020, acara ini menghadirkan empat narasumber. Dua narasumber dari Xiamen University, di antaranya Prof. Dai Zhijian yang membawakan materi “Fujian Tulou and Earth Fortress” dan A. P. Chao Chunping dengan materi “Hall Style Wooden Frame of Architecture in South Fujian”. Di pihak lain, dua dosen UK Maranatha, yaitu Cindrawati Lesmana, Ph.D. yang membawakan materi “Incorporating UAV 3D Modeling into Chinese Cultural Heritage Building Preservation Workflow” dan Amanda Muliati, S.Sn., M.F.A. yang materi “Review Chinese Cultural Elements Adaption in Mosque Architecture in Indonesia”.

Seluruh narasumber menyampaikan materinya dengan penjelasan dan gambar-gambar yang memperlihatkan bangunan yang memiliki aspek kebudayaan. Selain fungsi bangunan, ternyata ada kebudayaan yang dapat mempengaruhi bentuk bangunan. Misalnya yang dijelaskan oleh Prof. Dai Zhijian yang memperlihatkan bangunan benteng yang didirikan sebagai tempat bernaung saat masa perang. Contoh lainnya seperti yang dijelaskan oleh Chao Chunping dan Amanda Muliati yang menerangkan pengaruh budaya terhadap struktur bangunan di Tiongkok dan juga di Indonesia. Sisi lain juga diperlihatkan melalui pemaparan Cindrawati Lesmana yang memperlihatkan proses UAV 3D modeling pada salah satu wihara di Bandung yang mendapatkan proses perbaikan pascakebakaran.

Selanjutnya, webinar ini akan dilanjutkan melalui sesi kedua yang akan diadakan pada Rabu, 22 Juli 2020 mendatang. Dua pembicara dari Xiamen University yang akan hadir adalah Prof. Wang Shaosen dengan materi “Design with History” serta A. P. Wang Liangliang dengan materi “A Digital Museum Integrated Method to Rural Contruction In South Fujian”. Selain itu, dua pembicara dari UK Maranatha yang akan hadir adalah Tessa Eka Darmayanti, S.Sn., M.Sc. dengan materi “The Narratives of Indonesian Cultural Heritage: Peranakan House in Chinatown, Lasem, Indonesia” dan Elizabeth Susanti, Ph.D. dengan materi “Contemporary Chinese Culture in Peranakan (Chinese) Indonesia Home”. (gn)

Upload pada 17 July 2020