Winter Camp merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Universitas Kristen Maranatha untuk membawa mahasiswa dan karyawan belajar mengenai budaya Tiongkok langsung di negeri tirai bambu tersebut. Di awal tahun 2018 ini, Universitas Kristen Maranatha membawa rombongan sebanyak 20 orang bersama satu orang pemimpin tur dari Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Maranatha.

Pada kesempatan Winter Camp kali ini, rombongan tinggal di China dari tanggal 7-20 Januari 2018. Kegiatan yang dilakukan dalam kurun waktu dua minggu terdiri dari tur selama empat hari di kota Beijing, delapan hari di kota Shi Jia Zhuang tepatnya Hebei Normal University, serta dua hari terakhir kembali ke kota Beijing untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Indonesia.

Ketika tiba di Beijing, kami berkesempatan mengunjungi kantor pusat Hanban. Di sana terdapat barang bersejarah, seperti pakaian kerajaan zaman dahulu. Dengan perpaduan teknologi , semua benda bersejarah itu menjadi cukup menarik untuk dilihat dan dikenali. Sebelumnya, kami juga sempat berjalan di luar untuk melihat gedung peninggalan kerajaan China.

Di hari ketiga, kami mengunjungi Tiananmen dan Forbbiden City, tempat yang mana terdapat banyak sejarah bahkan pantangan yang tidak boleh dilakukan jika masih ingin hidup. Contohnya seperti ukuran luas bangunan yang tidak boleh lebih besar dari raja, jumlah bulatan pada pintu dengan panjang dan lebar yang ditentuan, kawasan-kawasan dalam kerajaan yang dilarang dimasuki oleh pangeran dan permaisuri, serta masih banyak pengalaman lainnya di tempat ini.

Destinasi berikutnya sudah tidak asing dan tidak boleh dilewatkan jika mengunjungi China, yaitu The Great Wall of China. Saat perjalanan mendaki, kami harus berjuang dengan rasa lelah karena mendaki dan udara dingin akibat tiupan angin kencang. Ada beberapa tempat cek poin yang menyuguhkan pamandangan yang indah dalam pendakian tersebut sehingga semua lelah terbayar untuk mencapai titik tertinggi di Great Wall. Setelah itu, kami turun ke bawah dan menemukan toko souvenir yang menjadi ciri khas Great Wall Of China, lalu melanjutkan perjalanan menuju ke Birdnest dan Watercube yang menjadi destinasi terakhir untuk hari itu di Beijing sebelum menuju ke Shi Jia Zhuang.

Sesuai dengan judul kegiatan, yaitu Winter Camp, kami mendapatkan pengalaman merasakan musim dingin di negeri China. Angin yang berhembus kencang disertai suhu mencapai -12C, membuat kami harus mengenakan baju berlapis dan jaket yang tebal. Namun, masih ada saja yang merasa kedinginan karena kami sudah terbiasa di Indonesia dengan iklim tropis.

Tetapi, cuaca dingin tidak memadamkan semangat kami untuk mengunjungi tempat-tempat baru di negara ini. Pada hari keempat, kami berangkat ke Shi Jia Zhuang yang memakan waktu selama 4 jam dari Beijing. Saat tiba di Hebei Normal University, kami mendapatkan fasilitas berupa dorm. Dorm tersebut khusus untuk mahasiswa internasional dan rombongan. Kami juga diberi kartu mahasiswa sementara yang dapat digunakan sebagai e-money yang hanya berlaku di lingkungan kampus. Dalam kartu tersebut, masing-masing orang mendapatkan uang saku untuk dipakai kapan pun jika ingin digunakan.

Hebei Normal University memiliki kantin dengan bangunan yang megah. Lantai 1 dan 3 digunakan untuk mahasiswa, sedangkan lantai 2 khusus untuk dosen. Harga makanan di sekitar kampus cukup terjangkau dan tidak berbeda jauh dari kehidupan di Bandung, bahkan di beberapa tempat tertentu ada yang lebih murah.

Selama di Hebei Normal University, kami mengikuti Opening Ceremony yang disambut hangat oleh para pejabat struktural universitas. Dilanjut dengan tur kampus ke museum, perpustakaan, serta kesempatan untuk merasakan menjadi mahasiswa di sana. Kami juga diajak mengunjungi museum dan tempat seni budaya Tiongkok. Begitu banyak pelajaran yang diperoleh. Kami mengikuti berbagai kelas, mulai dari kelas Wu Shu, kaligrafi, bahasa Mandarin, tea perfomance, dan paper cutting art.

Selain berkesempatan untuk menikmati begitu banyak kuliner khas dari China, pengalaman mengikuti Winter Camp membuat kami menambah relasi baru, contohnya dengan mengenal beberapa mahasiswa asli dari Hebei Normal University, mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di sana yang turut menjadi pemandu rombongan kami, ditambah mahasiswa Universitas Kristen Maranatha yang mengambil kelas satu semester di sana. Pengalaman ini tentunya akan menjadi salah satu hal yang tidak terlupakan. Terima kasih Maranatha! (Anton Alberta Salim/pm)

Upload pada 31 January 2018