Webinar “Kesiapan Universitas Kristen Maranatha Menghadapi Adaptasi Kebiasaan Baru” dilaksanakan melalui platform Zoom Universitas Kristen Maranatha dan via live streaming YouTube Direktorat Kemitraan Maranatha pada Sabtu, 5 September 2020 yang membahas secara utuh bagaimana UK Maranatha telah mengimplementasikan dan proses persiapan penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU., Rektor Univeristas menyebutkan dalam sambutannya, “Kita akan mendengarkan mengenai adaptasi kebiasaan baru yang kita tinjau dari beberapa sisi, yaitu dari sisi kedokteran, kemudian dari sisi ekonomi, serta dari sisi transportasi”. Pemaparan ini dibawakan oleh tiga pembicara, yaitu Prof. Dr. dr. Susy Tjahjani, M.Kes.; Prof. Dr. Wilson Bangun, S.; Prof. Dr. Ir. Budi H. S., M.Sc.; dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Drs. Krismono, M.S.

Topik yang pertama dibawakan oleh Prof. Susy adalah mengenai “Adaptasi Kebiasaan Baru Akademik Selama Pandemi Sesuai Protokol Kesehatan”. “Pengobatan dari Covid ini hanya simptomatik saja, hanya untuk mengobati gejala. Saat sekarang hanya antibodi yang bisa membunuh virus,” jelas Prof. Susy. Beliau memaparkan bahwa saat ini yang paling memungkinkan adalah melakukan pencegahan. “Kita harus melacak penderita positif Covid ini. Kalau ketemu pasien positif, dikonfirmasi untuk diisolasi dan diobati serta melakukan pola hidup yang bersih dan sehat. Lalu bagaimana kalau ada yang terkontak, nah yang terkontak ini harus diisolasi minimal 14 hari serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS)”.

Prof. Susy melanjutkan penjelasan materinya mengenai pencegahan yang diterapkan dalam kegiatan akademik pada AKB di kampus Maranatha. Beliau menjelaskan bahwa Maranatha melakukan online activities untuk yang memungkinkan dilakukan tanpa tatap muka. Kemudian, selective on-site learning untuk mata kuliah yang tidak memungkinkan untuk online learning, seperti misalnya keterampilan klinik dan praktikum yang perlu hands on. On-site learning yang didukung untuk pencegahan Covid-19 adalah dengan disediakannya banyak ruangan untuk tatap muka, menggunakan ruangan yang memiliki jendela sehingga memungkinkan cross ventilation dan bisa tanpa air conditioner (AC), akses menuju ruang kelas banyak untuk mencegah kerumunan, kewajiban peserta ruangan menggunakan masker dan face shield, fasilitas untuk PHBS, beberapa kegiatan dialokasikan pada akhir semester untuk menunggu perkembangan vaksin, serta penyediaan poliklinik untuk konsultasi kesehatan.

Pemateri selanjutnya, Prof. Wilson, memaparkan materi dengan topik “Sumber Daya Manusia Dalam Perekonomian Jawa Barat pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru”. Prof. Wilson Bangun menyampaikan dampak dari Covid-19 pada saat situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar berpengaruh pada jumlah kenaikan pengangguran di Indonesia. “Untuk mengatasi minusnya pertumbuhan ekonomi, maka Pemerintah Pusat Indonesia memberlakukan new normal sesuai arahan media. Namun, untuk menghindari kesalah pahaman dalam istilah ini, Pemprov Jawa Barat menetapkan istilah Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang terdiri dari AKB di tempat ibadah, AKB di sektor ekonomi, AKB di mal dan retail atau petokoan, pemulihan sektor wisata, serta AKB sektor pendidikan,” jelas Prof. Wilson.

Prof. Budi membawakan materi terakhir dalam kegiatan ini dengan mengangkat topik “Healthy Access & Continuous Transport Into Universitas Kristen Maranatha”. Beliau membuka topik penjelasannya dengan membahas pentingnya physical distancing, transportasi menerus, serta bagaimana penerapannya di kampus Maranatha. “Pemenuhan syarat physical distancing yang ditata secara sehat, aman, nyaman, cepat, dan selamat di dalam kawasan UK Maranatha itu sudah dipenuhi dan sudah dijalankan sejak beberapa bulan yang lalu,” tutup Prof. Budi dalam mengakhiri materinya.

Setelah pemaparan materi oleh ketiga Guru Besar UK Maranatha, kegiatan webinar ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh civitas academica UK Maranatha, termasuk calon mahasiswa baru angkatan 2020. Begitu pentingnya kampus Maranatha untuk terus meng-update penerapan adaptasi kebiasaan baru terutama untuk kegiatan belajar mengajar agar sirkulasi produktivitas tetap terjaga juga membantu penurunan penularan Covid-19 di lingkungan kampus Maranatha sendiri. (pm/gn)

 

 

Foto: dok. Direktorat Inovasi, Kemitraan, dan Kewirausahaan

Upload pada 7 September 2020