Untuk selalu meng-update keilmuan dan pengetahuan tentang standar akuntansi  terbaru agar selalu bisa memenuhi tuntutan publik pengguna jasa, maka diperlukan kegiatan belajar secara berkesinambungan dan terus menerus oleh profesional akuntan. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 25/PMK.01/2014 tentang Akuntan Beregister Negara mewajibkan akuntan profesional mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL).

Program Studi S-1 Akuntansi dan Program Studi S-2 Akuntansi Universitas Kristen Maranatha melaksanakan kegiatan PPL pada tanggal 24 November 2018. Mengangkat tema “Perubahan Landscape Pajak Global dan Audit: Implikasinya terhadap Profesi dan Pendidikan di Indonesia”, PPL dihadiri sebanyak 527 orang yang terdiri dari pengurus dan anggota Ikatan Akuntansi indonesia (IAI), dosen serta mahasiswa Prodi Akuntansi Maranatha. Pendidikan Profesional yang dilaksanakan di ruang Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A. merupakan kali pertama dilaksanakan di lingkungan Maranatha. Pelaksanaan kegiatan ini juga melakukan bekerja sama dengan IAI Wilayah Jawa Barat, DDTC, dan KAP Hendrawinata Hanny Erwin & Sumargo.

Selaku ketua panitia, Dr. Ita Salsalina Lingga, S.E., M.Si., Ak., CA. menjelaskan bahwa Universitas Kristen Maranatha berkewajiban untuk senantiasa meningkatkan kompetensi para dosen khususnya akuntan profesional bergelar Chartered Accountant (CA) serta kompetensi mahasiswa Program Studi Akuntansi Maranatha yang merupakan anggota muda IAI. “Perkembangan isu terkini terkait perpajakan Internasional yang dipicu oleh empat hal, yaitu globalisasi, digitalisasi di bidang Information Communication Technology (ICT), underground economy, serta pertumbuhan ekonomi dunia yang tentunya berdampak kepada akuntansi. Hal ini yang menjadi dasar bagi Prodi Akuntansi Maranatha  menyelenggarakan program ini,” ungkap Ita yang juga merupakan Ketua Program Studi S-1 Akuntansi dan anggota pengurus IAI wilayah Jawa Barat.

Acara dibuka dengan sambutan oleh Ketua Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Jawa Barat, Edi Jaenudin, S.E., M.Si., Ak., CA. dan Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Armein Z. R. Langi, M.Sc., Ph.D. yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan MoA antara Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Maranatha, Dr. Mathius Tandiontong, S.E., M.M., Ak., CA. dengan IAI Wilayah Jawa Barat, PT. Dimensi International Tax (Danny Darussalam Tax Center/DDTC), serta KAP Hendrawinata Hanny Erwin dan Sumargo. MoU dan MoA meliputi pengembangan sumber daya manusia, program magang dan rekrutmen, seminar, workshop, pengembangan kurikulum, dan program penelitian. Penandatanganan perjanjian kerja sama  ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi atas potensi sumber daya yang dimiliki oleh para pihak untuk mewujudkan visi dan misi dengan ruang lingkup di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kualitas SDM.

Sesi pertama kegiatan diawali dengan pemaparan materi berjudul “Mendorong Ketersediaan Ahli Pajak sebagai Kunci Keberhasilan Penerimaan Pajak yang Berkesinambungan” oleh Managing Partner DDTC, Darussalam, S.E., Ak., CA., M.Si., LL.M Int.Tax. Darussalam merupakan seorang penulis, narasumber dari berbagai media cetak (Kompas, Bisnis Indonesia, Majalah Tempo) dan media elektronik (TVOne, MetroTv, BBC Indonesia), serta menjadi pembicara di berbagai institusi (Direktorat Jenderal Pajak, KPK, Bank Indonesia) dan beberapa universitas. Materi sesi kedua dibawakan oleh B. Bawono Kristiaji, S.E., M.S.E., M.Sc. IBT., ADIT. sebagai Partner of Tax Research & Training Services of DDTC berjudul “Perubahan Landscape Pajak Global”. Sesi ketiga kemudian dilanjutkan dengan topik “Perkembangan PSAK sampai dengan 2018” oleh Partner KAP Hendrawinata Hanny Erwin dan Sumargo, Anny Hutagaol, M.Sc., CPA. “Peran Strategis Akuntan: Perubahan Landscape Pajak Global” menjadi materi pada sesi terakhir yang dipaparkan oleh Komisariat Daerah IAI Wilayah Jabar, Dr. Nur Hidayat, S.E., M.E., Ak., BKP, CA, (sg)

Upload pada 30 November 2018