Universitas Kristen Maranatha melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) untuk membuka jalan kerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Lentera Bangsa pada 12 Oktober 2020. Ketua Yayasan PKBM Lentera Bangsa, Sandy Triyasa, S.Th. menandatangani perjanjian kerja sama bersama Sekretaris Umum Universitas, Robby Y. T., S.T., M.T., Dipl.IWRM., Ph.D. di Ruang Integrity, Gedung Administrasi Pusat lantai 6.

Tim perwakilan Lentera Bangsa School lainnya, yaitu Ketua PKBM Lentera Bangsa, Ria Herlina, S.Pd.; Sekretaris Yayasan, Yuanita, M.Psi.; serta Humas, Andreas Agus, S.T., M.A., juga turut melakukan diskusi bersama Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Inovasi, dan Kemitraan, Dr. Krismanto Kusbiantoro, S.T., M.T.; Direktur Marketing dan Admisi, Jonathan Edwin H., S.E., M.M.; Direktur Kemitraan, Inovasi, dan Kewirausahaan, Agung Tyastuti Dinar K. S., S.H., serta perwakilan dari UK Maranatha lainnya.

Dalam sambutannya, Robby menyampaikan harapannya agar kerja sama ini dapat dimanfaatkan dengan baik. Sandy turut menyampaikan sambutannya, “Ini mungkin menjadi sebuah perubahan besar untuk kami (PKBM Lentera Bangsa), bahwa ke depannya akan ada gelombang pendidikan yang sangat berbeda. Kami berharap kerja sama dengan kampus Maranatha akan menjadi sebuah catatan sejarah kami untuk melihat future yang jauh lebih besar yang tersedia di depan sana. Semoga kerja sama ini membuahkan hasil yang produktif untuk generasi yang sama-sama kita layani.”

PKBM Lentera Bangsa dikenal sebagai sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran pendekatan personal, tempat setiap anak dididik, dibentuk, dan diarahkan sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Metode ini dikenal dengan istilah homeschooling. UK Maranatha dalam kesempatan ini untuk pertama kalinya mengadakan kerja sama dengan institusi homeschooling Indonesia.

Salah satu yang menjadi keuntungan diadakannya kerja sama ini adalah pemilihan yang jelas dan telah spesifik antara spesialisasi minat anak didik serta penajaman arahan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Dengan demikian institusi homeschooling dapat memberikan kebutuhan-kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh siswa dan bagaimana UK Maranatha nantinya dapat menyesuaikan kebutuhan tersebut. Selain itu, landasan hukum untuk homeschooling di Indonesia telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sehingga masyarakat tidak perlu meragukan legalitas sistem pembelajaran seperti ini.

Kerja sama antara dengan Lentera Bangsa School sebelumya sudah dilaksanakan dengan menerima magang guru ekskul Taman Kanak-kanak (TK) Lentera Bangsa untuk mahasiswa Program Sarjana Sastra Inggris. Sandy berharap dengan adanya MoU ini, PKBM Lentera Bangsa dan UK Maranatha dapat semakin memberikan kesempatan-kesempatan kerja sama di bidang lainnya untuk memenuhi kebutuhan pendidikan bagi anak-anak, terutama di tengah situasi pandemi Covid-19 ini. (pm/gn)

 

Foto: dok. Bidang Media dan Komunikasi

Upload pada 12 October 2020