Pada sebuah penelitian yang menggunakan manusia sebagai subjek penelitiannya, diperlukan suatu perlindungan yang berhadapan dengan kepentingan kemanusiaan. Kepentingan yang melibatkan manusia itu harus memperhatikan kesehatan dan keselamatan jiwa seseorang dan lingkungan sekitarnya.

Berangkat dari hal tersebut, Komisi Etik Penelitian (KEP) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Kristen Maranatha bekerja sama dengan Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) Kementerian Kesehatan RI menyelenggarakan pelatihan dengan tema “Pelatihan Etik Dasar – Lanjut (EDL) dalam Penelitian dengan Mengikutsertakan Manusia sebagai Subjek”. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 dosen, 59 dokter yang berasal dari FK UK Maranatha, dan 11 peserta lainnya yang merupakan perwakilan beberapa RSUD dan universitas dari Bogor, Semarang, Denpasar, dan Balikpapan.

Pelatihan yang berlangsung pada tanggal 4-6 Juli 2019 ini dibuka dengan sambutan dari Dekan Fakultas Kedokteran, dr. Lusiana Darsono, M.Kes. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan pelatihan yang berharga dan penting untuk meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan etika di dalam penelitian uji klinik. Menurutnya setiap pelaksanaan uji klinik harus memahami dan mengikuti prinsip-prinsip yang baik, serta berpedoman pada International Ethical Guideline, yaitu etik dari CIOMS (Council for International Organizations of Medical Sciences) dan juga etik dari WHO (World Health Organization).

“Di akhir pelatihan ini diharapkan menambah ilmu dan pengetahuan yang benar di dalam menyikapi, menetapkan, dan menyiapkan penelitian-penelitian yang benar, terutama berhubungan dengan manusia,” ungkap Lusiana yang turut menjadi peserta. Ia juga menambahkan tujuan dari pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang pengenalan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan prosedur persetujuan etik, prinsip-prinsip dasar etik penelitian kesehatan, berbagai macam etik dalam penelitian kesehatan, serta tanggung jawab dan integritas peneliti.

Berlangsung selama tiga hari, seluruh materi pelatihan dipaparkan oleh dr. Triono Soendoro, M.Sc., M.Phil., Ph.D. yang merupakan Ketua KPPKN Kemenkes. Sebanyak 30 materi yang disampaikan dalam enam sesi ini di antaranya mengenai Wawasan dan Posisi Etik dalam Penelitian; Mengenal dan Memahami Tiga Prinsip Etik (1979), Tujuh Standar Kelaikan WHO (2011), dan 25 Butir Pedoman WHO-CIOMS (2016); Pemanfaatan Daftar Tilik (Check List) Kelaikan Etik; Peran, Tanggung Jawab, dan Integritas Peneliti; dan berbagai Case Study. Sekitar 75% materi yang disampaikan merupakan studi kasus terkait permasalahan etik kesehatan.

“Melalui penelitian ini diharapkan adanya peningkatkan kemampuan para peserta dalam proses ethical review melalui latihan penyelesaian studi kasus dan peningkatan kapasitas serta standar etik penelitian kesehatan bagi calon anggota komisi etik penelitian, khususnya di bidang kesehatan,” tutur Triono. (sg)

Upload pada 9 July 2019