Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan klinik, Fakultas Kedokteran kembali mengadakan pelatihan dokter pembimbing klinik atau disebut “preceptor”. Pelatihan yang diadakan pada hari Sabtu, 23 Februari 2019 ini dibuka oleh dr. Bambang Soegianto, M.M. (Direktur Utama Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, yaitu RS Immanuel. Pada kesempatan tersebut, dr. Bambang menyampaikan komitmen RS Immanuel sebagai rumah sakit pendidikan utama FK UK Maranatha untuk meningkatkan kualitas pelayanannya dalam bidang Pendidikan Profesi Dokter.

Pelatihan Preceptor ini dihadiri oleh 25 peserta yang akan menjadi preceptor baru di RS pendidikan FK Maranatha. Peserta terdiri dari para dokter spesialis berbagai bidang, baik dari rumah sakit pendidikan utama RS Immanuel, maupun rumah sakit jejaring: RS Bhayangkara Sartika Asih, RS Kasih Bunda, RSAU Dr. Salamun, RS Jiwa Cisarua Cimahi, dan RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu. Pada pelatihan ini, hadir pula Direktur RS Paru Dr. H. A. Rotinsulu beserta jajarannya yang sedang mempersiapkan Program Kepaniteraan Elektif FK UK Maranatha, yaitu Kepaniteraan Elektif Pulmonologi.

Narasumber dr. Dedeh Supantini, Sp.S., M.Pd.Ked. menyampaikan konsep pendidikan klinik berbasis kompetensi dan bersifat “patient centered”, serta metode pembelajaran clinical tutorial yang disebut CBD (Case based Discussion) yang disertai simulasi. dr. July Ivone, M.K.K., M.Pd.Ked. menyampaikan metode “Five Steps Bed Side Teaching (BST)”. Peserta diminta melakukan appraisal terhadap simulasi BST yang ditampilkan oleh salah satu preceptor bersama para dokter muda yang sedang menjalani pendidikan profesi.  Sedangkan dr. Rimonta Gunanegara, Sp.OG., M.Pd.Ked. menyampaikan metode evaluasi berbasis pasien, yaitu Mini Cex, DOPS, juga OSCE, dan ujian akhir UKMPPD. (Dedeh Supantini)

Upload pada 1 March 2019