Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Kristen Maranatha mengadakan Sidang Terbuka Senat Fakultas dalam rangka “Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Dokter Gigi” pada Selasa, 27 Oktober 2020 di Auditorium Prof. Dr. P.A. Surjadi, M.A., Gedung B. Sebanyak 30 dokter gigi muda yang dilantik hadir mengikuti kegiatan pelantikan, dua diantaranya memilih untuk mengikuti acara secara daring.

Acara pelantikan turut dihadiri oleh Rektor Universitas Kristen Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU; Senat Fakultas Kedokteran Gigi UK Maranatha; Direktur Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) Maranatha; Perwakilan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kota Bandung; Ketua Ikatan Alumni Dokter Gigi Maranatha (IKADIM); dan para pemuka agama. Sementara itu, para orang tua dokter gigi baru turut mengikuti jalannya acara secara daring. Seluruh kegiatan tetap dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat.

Rektor mengucapkan rasa syukur kepada semua dokter gigi muda yang tetap semangat dan percaya diri menghadapi ujian nasional. “Terbukti dari tingginya tingkat kelulusan kita, yaitu 95 persen. Ditambah lagi 50 persen lulus tepat waktu pada periode ini. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan membanggakan di saat seperti ini,” jelas Prof. Sri. Ia berpesan kepada seluruh dokter gigi baru untuk selalu mengingat dan menjaga nama baik almamater dimanapun nanti akan bertugas.

Ketua PDGI Kota Bandung yang diwakili oleh Dr. drg. Dudi Aripin, Sp.KG(K). dalam sambutannya mengatakan, pengukuhan hari ini adalah titik awal bagi para dokter untuk mengemban tanggung jawabnya masing-masing. Menurutnya, sumpah yang telah diucapkan adalah tugas, kewajiban, dan etika tata krama profesional bagi dokter gigi, serta mengandung konsekuensi, baik di dunia hukum maupun di akhirat.

Selanjutnya, Direktur RSGM Maranatha, drg. Hendra Polii,  Sp. RKG(K)., menambahkan, dokter gigi harus tetap bersemangat dan berpikir positif meskipun di masa pandemi ini. Hendra tidak menampik bahwa dampak dari wabah ini telah mempengaruhi dunia medis, termasuk RSGM Maranatha. Kekhawatiran muncul dari dua arah, kepada pasien maupun tenaga medis lainnya, khususnya dokter gigi yang harus berinteraksi langsung dengan pasiennya. “Namun, kita tidak perlu terlalu khawatir akan tantangan kesehatan kedepan. Justru kita menjadi semakin yakin selama kita tetap melaksanakan protokol secara benar dan tepat, maka penyebarannya dapat dicegah dan kita dapat terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya. (sg/gn)

 

Foto: dok. Bidang Medkom-UK Maranatha

Upload pada 28 October 2020