Menjelang tutup tahun 2021, Pusat Bahasa Mandarin (PBM) Universitas Kristen Maranatha mengajak masyarakat untuk mengenal mengenai budaya Tiongkok, salah satunya keuangan di Tiongkok. Webinar yang diadakan pada 18 Desember 2021 ini bertajuk “Digital Payment in China”, 167 peserta mendapatkan penjelasan materi dari dosen PBM, Feng Meixin, S.S., M.TCSOL. Acara ini turut dipandu oleh social media specialist PBM, Minche Tanamal, S.S., M.A.

Pada materinya, Feng Meixin menjelaskan mengenai awal mula dan sejarah keuangan Tiongkok kuno. Pada zaman dahulu, mata uang di Tiongkok kuno tidak menggunakan uang kertas, tetapi menggunakan cangkang kerang dan lainnya. Perkembangan sejarah dan karakteristik mata uang dari periode Xia, Shang, hingga Dinasti Ming dan Qing, dari mata uang berbentuk cangkang kerang, uang logam, hingga uang kertas.

Feng Meixin kemudian menjelaskan metode pembayaran yang diterapkan Tiongkok saat ini, yaitu China Mobile. Metode pembayaran ini menggunakan aplikasi WeChat dan Alipay. WeChat merupakan aplikasi media sosial yang juga dapat digunakan sebagai metode pembayaran. Aplikasi ini menjadikan proses pembayaran menjadi lebih praktis dan nyaman dengan sistem scanning barcode. Sementara itu, dengan aplikasi Alipay, masyarakat Tiongkok diuntungkan dengan layanan e-wallet. Selain sebagai aplikasi pembayaran, Alipay juga menyediakan fitur investasi dan menawarkan lebih banyak promosi.

Lewat webinar ini para peserta juga dapat menyaksikan video yang memperlihatkan masyarakat Tiongkok dan juga turis asing yang menggunakan dua aplikasi tersebut. “Jika Anda berpergian ke Tiongkok atau melanjutkan studi di Tiongkok, jangan lupa untuk mengunduh kedua aplikasi pembayaran tersebut,” saran Minche. (gn)

 

Foto: dok. PBM Maranatha

Kunjungi homepage www.maranatha.edu
Upload pada 20 January 2022