Menjelang Pemilu 17 April 2019, antusiasme masyarakat Indonesia untuk mendapat hak pilihnya dapat dirasakan melalui pengurusan administratif di KPU Pusat maupun tingkat kecamatan. Demikian halnya bagi warga kampus yang hendak mengurus formulir A5 atau surat pindah memilih, Posko pelayanan KPU yang dibuka di kampus Maranatha pada Jumat, 15 Februari 2019 di Student Center GWM lt. 1 kemarin pun disambut dengan antusias.

Posko Pemilu diselenggarakan bekerja sama dengan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Sukajadi untuk memfasilitasi warga kampus Maranatha yang berdomisili di luar kota Bandung untuk mengurus surat pindah tempat memilih. Syaratnya cukup dengan membawa fotokopi KTP dan Nomor Kartu Keluarga.

PPK Sukajadi melihat animo mahasiswa Maranatha untuk mengurus pindah tempat memilih cukup besar. “Bahkan saya sendiri merasa antusiasme mahasiswa di luar ekspektasi kami, sehingga sebelumnya kami berencana menurunkan lima personil, kami tambah menjadi delapan orang,” tutur Cecep Mulyana, Ketua PPK Sukajadi. “Kendala yang signifikan tidak ada, kalaupun ada itu lebih bersifat teknis saja karena hal ini pertama dilakukan, baik bagi petugas kami maupun bagi mahasiswa itu sendiri. Bagaimanapun hal itu menjadi bahan evaluasi kami untuk kegiatan serupa. Jadi semua kendala yang ada bisa kami atasi,” lanjutnya.

Menurut estimasi Cecep Mulyana, jumlah peserta yang dilayani pada satu hari tersebut berkisar 300-400 orang. Warga kampus Maranatha memang cukup banyak yang berasal dari luar kota Bandung, terutama para mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ini adalah Astrid Hilary (Fakultas Teknik angkatan 2013) asal Manado. Ia menyampaikan, “Ini sangat membantu, apalagi kita yang dari luar daerah. Termasuk daerah saya yang jauh, untuk pulang biayanya tinggi. Jadi, hal seperti ini membuat kami excited, apalagi anak muda jangan sampai golput. Makanya sampai saya belain untuk datang ke kampus walau sudah tidak ada kuliah, buat daftar (Posko Pemilu) dulu”. Astrid juga menuturkan, “Karena masa depan negara ada di tangan kita. Slogan Satu Suara Sangat Penting itu benar, jangan sampai satu suara percuma begitu saja. Jadi kita memastikan apakah sudah terdaftar dan benar dapat memilih”.

Rudianov Z. A. Parera, S.Th., M.Th., Kabid Pembudayaan NHK-ICE Badan Pelayanan Kerohanian UK Maranatha selaku Koordinator Perwakilan Kampus menyampaikan, “Posko ini sangat bermanfaat, karena menolong mahasiswa juga para pegawai Maranatha dari luar kota Bandung yang ingin memilih.” Rencananya Posko Pemilu ini akan diadakan lagi, tetapi masih menunggu hasil evaluasi dan petunjuk KPU Kota Bandung.

Rudianov menambahkan, “Dalam menyambut Pemilu 2019, kami dari Badan Pelayanan Kerohanian dan Pendeta Universitas juga sudah merencanakan seminar Pemilu Damai yang akan diadakan pada Maret 2019 mendatang. Kami sedang berupaya berkordinasi dengan KPU atau Bawaslu untuk melengkapi acara yang akan diadakan. Kami berharap Pemilu 2019 terlaksana baik, aman, dan lancar”. (pm)

Upload pada 18 February 2019