Tahun ajaran baru segera dimulai. Berbagai hal harus dipersiapkan supaya proses belajar di perguruan tinggi dapat berjalan dengan baik, oleh mahasiswa baru itu sendiri maupun orang tua atau walinya. Menyadari hal itu, Universitas Kristen Maranatha memfasilitasi para orang tua mahasiswa melalui acara Parents Gathering 2020 pada Sabtu, 12 September 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan kampus dan program studi yang dipilih kepada orang tua yang telah mempercayakan anak-anaknya menempuh pendidikan tinggi di UK Maranatha.

Parents Gathering sendiri merupakan kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun. Namun, pada tahun ini UK Maranatha melaksanakannya secara berbeda mengingat kondisi pandemi yang masih berlangsung. Orang tua mahasiswa mengikuti kegiatan secara daring melalui platform Zoom dan kanal YouTube Universitas Kristen Maranatha. Sedangkan kegiatan yang diadakan di Auditorium Prof. Dr. P. A. Surjadi, M.A., Gedung B lantai 2, tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan keamanan yang ketat.

Rektor UK Maranatha, Prof. Ir. Sri Widiyantoro, M.Sc., Ph.D., IPU. menyampaikan bahwa kampus Maranatha telah dan terus beradaptasi di tengah situasi yang mengalami perubahan dengan cepat. Perubahan yang dimaksud adalah melalui proses belajar mengajar yang telah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan membatasi kegiatan-kegiatan yang bersifat pertemuan fisik.

“UK Maranatha telah memiliki sistem informasi manajemen pembelajaran yang terbukti sangat mendukung proses pembelajaran jarak jauh di tengah pandemi dan juga tengah mengembangkan kurikulum dengan hasil lulusan industri 4.0, yang mendukung kebijakan Kampus Merdeka seperti Kemendikbud Republik Indonesia gulirkan,” jelasnya.

Ia juga mengatakan bahwa kampus Maranatha sangat bersyukur dan berbangga atas keberhasilan masuk dalam jajaran 100 besar perguruan tinggi terbaik di Indonesia dan berbagai prestasi yang diraih. “Semua pencapaian tersebut membuktikan bahwa dengan usaha yang keras tegas dan tentu atas kehendak Tuhan, kita dapat menghadapi tantangan dan akan terus berkembang,” ungkap Prof. Sri.

Baca juga: Rayakan 55 Tahun, UK Maranatha Siap Bangkit Menjadi Universitas Terbaik

Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan dari Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset, Dr. Se Tin, S.E., M.Si., Ak., mengenai penjelasan sistem pembelajaran normal dan PJJ. Se Tin mengungkapkan bahwa UK Maranatha akan menerapkan sistem belajar dengan sistem PJJ selama periode semester ganjil Tahun Ajar 2020/2021 ini. Hal ini dilakukan sesuai dengan arahan dan Kemendikbud RI dan tentu saja demi keselamatan dan keamanan seluruh civitas academica UK Maranatha.

Oleh karena itu, UK Maranatha akan menggunakan Learning Management System (LMS) yang bernama Course Learning System (CLS), yaitu sebuah sistem manajemen pembelajaran daring yang telah dikembangkan dan  dikelola oleh UK Maranatha. “Ini akan menjadi rumah perkuliahan bagi seluruh bahan ajar dan juga sarana untuk menyampaikan informasi-informasi, baik dari Universitas maupun program studi,” jelasnya.

CLS ini nantinya akan diimplementasikan dengan menggabungkan pembelajaran tatap muka daring (sinkron) dan tanpa tatap muka (asinkron), yaitu materi pembelajaran berupa dokumen presentasi atau video ajar. Apabila keadaan telah kembali normal, maka pembelajaran akan dilakukan dengan memadukan pembelajaran tatap muka berbasis offline dan pembelajaran daring.

Selain itu, UK Maranatha juga akan melaksanakan kurikulum Kampus Merdeka. Sebuah kurikulum yang memfasilitasi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan di luar dari program studi dengan mengambil mata kuliah sesuai dengan minat dan bakat mereka. Se Tin pun memperkenalkan kepada orang tua mahasiswa sebuah aplikasi sistem yang juga dikembangkan oleh Maranatha untuk memantau perkembangan studi anak. Penjelasan mengenai Parents Portal yang mirip dengan Sistem Akademi Terpadu (SAT) bagi mahasiswa ini kemudian dijelaskan oleh Direktur Akademik UK Maranatha, Tiur Gantini, S.T., M.T. (sg/gn)

 

Foto: dok. Bid. Medkom – Direktorat Administrasi dan Komunikasi Universitas

Upload pada 14 September 2020