Pameran Karya Tugas Akhir Mahasiswa Desain Komunikasi Visual

Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha kembali menggelar “Visual Communication Design Final Project & Research Poster Exhibition” yang pada tahun ini bertempat di Exhibition Hall – Gedung B Lantai 1. Pameran yang berlangsung pada hari Kamis, 26 Mei 2016 dibuka untuk umum sehingga lebih banyak pengunjung yang berkesempatan untuk mengapresiasi karya dari mahasiswa Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Maranatha.

Jurusan Desain Komunikasi Visual berupaya mempersiapkan mahasiswa-mahasiswanya untuk menghasilkan suatu karya yang merupakan proses kreatif yang menggabungkan tampilan visual yang artistik dan teknologi untuk mengkomunikasikan suatu ide. Pameran ini menjadi ajang bagi para mahasiswa DKV menunjukkan hasil kerja keras mereka dalam pembuatan tugas akhir dan juga menjadi pintu agar karya-karya mereka dapat diwujudkan menjadi suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat luas. Terdapat empat bidang konsentrasi yang dapat dipilih mahasiswa DKV sesuai dengan minatnya masing-masing: Desain Grafis, Kreatif Periklanan, Fashion Grafis, dan Game Grafis.

Berbagai tema diangkat dalam karya mahasiswa-mahasiswa DKV Universitas Kristen Maranatha, namun hal utama yang ingin diangkat adalah kekayaan budaya Indonesia dan berbagai persoalan di masyarakat Indonesia. Seperti pengenalan batik Jawa Barat, mempelajari aksara Lampung, dan pengenalan seni wayang kontemporer. Media yang dapat digunakan begitu beragam dan dikemas dalam desain yang menarik, seperti majalah, komik, buku, banner, pakaian, media sosial, dan aplikasi. Sedangkan untuk mengampanyekan tema tertentu, seperti pentingnya minum air yang cukup dan bagaiana gaya hidup vegetarian dapat mengatasi obesitas, para mahasiswa menggunakan berbagai media seperti poster, banner, iklan, dan media sosial.

Salah seorang mahasiswa DKV, Frederikus Anggiorius, mengangkat kecantikan Ujung Kulon sebagai objek dari tugas akhirnya. Berbagai koleksi foto yang telah diperolehnya selama ini ia kompilasikan dalam sebuah buku yang dilengkapi narasi singkat mengenai keindahan lokasi tersebut. Menurut pengalamannya, objek yang dapat dikunjungi di Ujung Kulon tidak hanya Taman Nasiolnal yang terkenal sebagai tempat reservasi badak bercula satu, namun lokasi lainnya seperti semenanjung Ujung Kulon yang memiliki keterbatasan akses, perlu mendapat perhatian masyarakat dan dunia karena keindahannya. Maka dari itu, Frederikus berupaya memperkenalkan daerah ini, bahkan menyertakan panduan singkat mengenai jalur menuju lokasi semenanjung Ujung Kulon memudahkan para pengunjung yang ingin melihat keindahan yang sesungguhnya.

Kreativitas para mahasiswa DKV diuji melalui tugas akhir ini karena mereka tidak hanya harus memikirkan latar belakang karyanya namun juga memikirkan cara yang paling efektif untuk menarik perhatian masyarakat agar membeli karyanya. Untuk itu mereka harus menyiapkan konsep, cara menarik awareness masyarakat, dan memikirkan event yang dapat menjadi media promosi.
IMG_5812

IMG_5785

IMG_5788

IMG_5796

IMG_5797

IMG_5798

IMG_5799

IMG_5801

IMG_5803

IMG_5804

IMG_5806

IMG_5807

IMG_5809

Menurut Sylvia Mega, salah seorang mahasiswa DKV yang memilih bidang konsentrasi desain grafis, pembuatan tugas akhir ini digarap melalui proses yang tidak sederhana. Para mahasiswa harus peka pada fenomena di masyarakat dan memanfaatkan ilmunya selama berkuliah untuk menyampaikan apa latar belakang, masalah, dan tujuan dari diangkatnya tema tersebut. Segmentasi, targeting, positions dan analisis melalui SWOT tidak kalah penting agar karya desain tersebut dapat tepat sasaran. Sylvia sendiri ingin mengedukasi anak-anak dan orang tua mengenai bahaya makanan olahan dan zat aditif serta solusinya. Pemilihan media buku cerita interaktif dibandingkan media lainnya seperti film atau aplikasi, harus memiliki alasan yang kuat.
Melalui pameran ini, Sylvia, Frederikus, dan mahasiswa DKV lainnya berharap bahwa setelah lulus nanti, tugas akhir ini dapat menjadi modal bagi mereka yang ingin karyanya diterbitkan atau diajak bekerja sama oleh pihak pemerintah maupun swasta yang membutuhkan keterampilan mereka. (Rinella Chirilda Elgi – Reporter PR&P Universitas Kristen Maranatha)