Pameran mengenai Paksi Naga Liman hasil karya aplikasi disertasi dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha, Ismet Zainal Effendi, dipamerkan pada program Doktoralnya. Sejumlah 15 karya meliputi drawing, seni lukis, object art, patung, digital prints, dan kolase dipamerkan menggunakan media campuran (mixed media), dan kebanyakan dikerjakan secara manual. Pameran ini bertitik tolak pada penelitian tentang imaji mitologi Paksi Naga Liman, di Keraton Kanoman, Cirebon. Judul pamerannya adalah “Ekspresi Konsep-konsep Hibriditas dan Multikulturalisme Paksi Naga Liman”. Konsep pameran ini berlatar belakang mitologi nusantara. Masyarakat Nusantara merupakan masyarakat dengan latar belakang kerajaan, sehingga seluruh aturan-aturan, norma-norma serta nilai-nilai yang diajarkan oleh civitas kerjaan secara sporadis, komporehensif dan turun-temurun. Salah satu bentuk penyebaran ajaran-ajaran suci tersebut, yakni dengan melalui pendekatan mitologi. Mitos disampaikan melalui media-media kesenian, baik seni tari, musik, sastra, atau rupa. Salah satu bentuk mitos yang diterapkan pada artefak seni rupa tradisi nusantara adalah Paksi Naga Liman, yakni sebuah artefak kereta kencana yang terdapat di Keraton Kanoman, Cirebon, Jawa Barat.

Paksi Naga Liman secara historic diacronic merupakan simbol akulturasi dalam Kerajaan Cirebon, yaitu: Paksi, merupakan pengaruh kebudayaan Islam yang dibawa oleh orang Mesir. Naga, merupakan pengaruh dari Tiongkok, dan Liman berasal dari kebudayaan Hindu. Aksi Naga Liman, secara sinkronik juga merupakan sosok mitos yang memberikan nilai-nilai atau makna simbolik dan filosofis akan pentingnya wilayah kehidupan dalam “tiga dunia”; Dunia Atas (Paksi), yakni wilayah spiritual dan transenden; Dunia Bawah (Naga), yakni wilayah imajinatif dan bawah sadar; Dunia Tengah (Liman), yakni wilayah dunia nyata, materi atau imanen. Maka Paksi Naga Liman merupakan karakter yang harus dimiliki oleh manusia seutuhnya, terutama seorang sultan dan civias Keraton Kanoman, Cirebon seluruhnya.

Nilai-nilai simbolik dan filosofis yang ada pada sosok imajinatif Paksi Naga Liman, dielaborasi dengan metode penelitian kualitatif sehingga hasilnya bisa dijadikan pedoman dalam menciptakan karya seni, konsep-konsep hibriditas dan multikulturalisme dari Paksi Naga Liman diekspresikan dalam karya seni rupa kontemporer sehingga menjadi nilai-nilai estetik tanpa mengubah nilai-nilai simbolik dan filosofis sebelumnya dan dikaitkan dengan kondisi sosial saat ini, sebagai media ekspresi dan bentuk keberpihakan akan kearifan lokal.

Pameran tunggal karya Ismet Zainal Effendi ini dibuka sejak 5 Juni hingga 10 Juli 2018 bertempat di Gedung Workshop Fakultas Seni Rupa dan Desain lantai 1, setiap hari Senin hingga Jumat pukul 10.00-15.00. Jangan ketinggalan juga sesi diskusi yang akan diadakan pada Selasa, 10 Juli 2018. (Ismet/vir)

Upload pada 22 June 2018