Berbagai kesulitan datang menghampiri di masa pandemi ini. Namun, untuk para pemula yang ingin memulai bisnis, masa ini justru dapat kita gunakan sebagai kesempatan untuk melatih diri agar bisa menjadi seorang entrepreneur. Hal tersebut dikupas tuntas dalam webinar berjudul “Be A Smart Entrepreneur Through Accounting” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemasaran Universitas Kristen Maranatha. Diadakan pada tanggal 25 Juni 2020, Hanny, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRS., dosen Program Sarjana Akuntansi UK Maranatha, hadir sebagai narasumber dalam webinar tersebut.

Menurut Hanny, sekarang ini banyak sekali perusahaan bermunculan, terutama dengan maraknya perusahaan startup di Indonesia. Semakin berkembangnya tren di masa kini membuat pengusaha-pengusaha baru pun banyak yang mengubah kiblat mereka. Perusahaan yang semula hanya mengutamakan laba, kini beralih menjadi perusahaan “kekinian”. “Perusahaan-perusahaan tersebut mengutamakan manfaat dan value untuk masyarakat dan pemerintah. Jadi, pada akhirnya, mereka dapat menjadi dampak bagi lingkungan sekitarnya,” kata Hanny.

Meskipun suasana ekonomi di masa pandemi ini cukup sulit, hal tersebut tidak serta-merta membuat kita berhenti untuk memulai bisnis. Hanny berpendapat bahwa kita tetap bisa mempergunakan kesempatan ini untuk mempersiapkan diri menjadi seorang entrepreneur. Menurutnya, ada empat hal yang harus dipersiapkan, yaitu skill, capital, anggaran, dan network.

Pertama, Hanny berkata bahwa kita harus mendalami skill yang dimiliki. Kita dapat mempelajari skill melalui pembelajaran yang didapatkan dari buku-buku sehingga bisa diterapkan saat menjalankan bisnis kita. Selain itu, kita pun bisa belajar dari pengalaman. “Kesalahan-kesalahan yang kita pernah alami, justru dapat menjadi pengalaman bagi kita agar tidak mengulangi hal tersebut,” ujarnya. Untuk mengembangkan skill, kita juga dapat berkaca dari hobby dan inspirasi yang kita miliki.

Kedua, kita pun harus mempersiapkan capital atau modal sedini mungkin. Untuk membuka suatu usaha, tentu kita memerlukan perencanaan modal yang baik. Menurut Hanny, penting untuk membangun usaha menggunakan modal sendiri. “Modal itu tidak bisa dikumpulkan secara mendadak, jadi mulailah rencanakan dari sekarang. Jangan sampai nanti kita terlilit utang,” tambah Hanny.

Ketiga, anggaran pun harus kita atur sedemikian rupa agar seimbang dan tetap dapat menikmati hidup. “Aturlah tabungan kalian supaya pengeluaran tidak lebih besar dari pendapatan,” pesan Hanny. Hal tersebut dapat kita pantau dengan membuat catatan anggaran. Jika ingin mempelajari lebih lanjut, Hanny berkata bahwa hal tersebut dapat didalami melalui ilmu akuntansi tentang studi kelayakan bisnis.

Hal terakhir yang Hanny anggap penting adalah mengenai network atau koneksi. Networking tidak bisa dibentuk secara mendadak. Oleh karena itu, jalinlah pertemanan dan kembangkan diri melalui koneksi-koneksi tersebut dari sekarang. Dengan berdiskusi dan bernegosiasi dengan teman-teman, kita dapat meningkatkan skill kita sejak usia muda. “Perlakukan teman-teman Anda dengan baik. Kita tidak pernah tahu jika kelak itu adalah orang yang dapat membantu Anda,” pesan Hanny seraya menutup pemaparan materinya. (cm/gn)

Foto: dok. Bidkom – Ditinfo

Upload pada 29 June 2020