Senin, 14 September 2020, rangkaian Wiratha Festival 2020 telah resmi dimulai. Walaupun diselenggarakan secara daring dengan mamatuhi protokol kesehatan yang diatur pemerintah, hal ini tidak menurunkan antusias mahasiswa baru (maba) dalam mengikuti acara.

Di hari pertamanya, selain penyambutan dari pimpinan Universitas, Wiratha kali ini diisi dengan kehadiran Ernest Prakasa secara virtual. Ernest yang merupakan pelawak tunggal yang kini merambah ke industri film berkesempatan membagikan pengalamannya yang menginspirasi dalam Enlightenment Session.

Dengan dipandu oleh salah satu dosen Fakultas Psikologi, Cindy Maria, M.Psi., Psikolog, Ernest mengatakan banyak hal. Sebagai public figure, Ernest menanggapi kritikan yang ia terima sebagai “harta karun” yang berharga yang dapat membuat kita berjalan maju. “Kalau kita hanya mendengar orang yang memuji, kita tidak akan tahu kekurangan kita. Hal tersebut dapat kita gunakan sebagai motivasi kita untuk maju dan berkembang,” tuturnya.

Ernest pun mengaku memiliki prinsip hidup yang cenderung berbeda dari orang pada umumnya. Ia tidak memiliki atau terpaku pada rencana jangka panjang, tetapi lebih memanfaatkan kesempatan yang ada di depan matanya. “Artinya, kita fokus memberikan yang terbaik di kesempatan yang ada di depan mata,” kata Ernest menambahkan.

Tidak lupa Ernest pun mengingatkan para maba bahwa di umur mereka saat ini adalah umur yang harus dipergunakan untuk mencoba berbagai hal karena tidak ada kata terlambat untuk mencoba. Seperti dirinya yang terus mencoba banyak hal, salah satunya untuk menjadi film maker yang kini sedang ia tekuni.

Ernest mengatakan, “Film itu bukan hanya tontonan hiburan. Film itu bisa menyentuh orang di level yang sangat mendalam sekali. Orang menjadi lebih mudah merefleksikan diri, orang lebih mudah menegur dirinya sendiri dengan apa yang ia lihat. Dan itu adalah magisnya film”. Daya magis film tersebutlah yang membuatnya jatuh cinta dengan profesi film maker. ”Ternyata film bisa melakukan banyak hal ajaib. Itu yang buat aku menjadi bagian terindah dari menjadi seorang film maker,” ucap Ernest.

Hal yang terakhir dan terpenting, Ernest mengingatkan para maba untuk melakukan sesuatu yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. “Kalau kita bisa memberi manfaat bagi orang lain, itu ada sense of fulfillment dalam hati yang rasanya tidak bisa digantikan dengan apapun,” katanya.

Baca jugaParents Gathering 2020 Kenalkan Sistem Pembelajaran dan Kurikulum Baru Kepada Orang Tua Mahasiswa Baru

Di hari yang sama, para mahasiswa baru kemudian diarahkan pada sesi pengenalan unit kegiatan mahasiswa di sesi Student Activity Fair. Wiratha Fest tingkat Universitas akan dilanjutkan hingga tangal 16 Septermber 2020 dan diisi oleh berbagai kegiatan, seperti kapita selekta, seminar serta deklarasi antinarkoba dan anti-pergaulan bebas, talk show, games, performance, dan lain-lain. (gn)

 

Foto: dok. Panitia Wiratha Fest 2020

Upload pada 15 September 2020